Dipolisikan Ghazali Abbas, Begini Reaksi Ridwan Nurdin

Dipolisikan Ghazali Abbas, Begini Reaksi Ridwan Nurdin

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Anggota DPD RI Ghazali Abbas mempolisikan tiga orang mantan tim pemenangannya saat mencalonkan diri sebagai senator pada 2014 lalu.

Ketiganya adalah Ataila, Ridwan Nurdin dan Sayuti. Mereka dilaporkan ke Mapolda Aceh kemarin atas tuduhan melakukan pencemaran nama baik.  

Lantas seperti apa tanggapan terlapor? Salah seorang terlapor, Ridwan Nurdin mengatakan, apa yang dilakukan Ghazali Abbas tersebut adalah haknya.

Sementara mereka sebagai terlapor, yang juga warga negara yang baik, wajib menjalani proses hukum tersebut.

“Kami juga berharap prosesnya bisa sampai tuntas, biar jelas duduk persoalannya. Jika dipanggil, kami siap menjalaninya,” katanya saat dihubungi BERITAKINI.CO, Sabtu (7/10/2017).

Ridwan Nurdin tak mempersoalkan sangkaan bahwa mereka melakukan pencemaran nama baik. Namun dia mengungkapkan bahwa apa yang mereka perjuangkan selama ini atas dasar kekecewaan yang berat terhadap Ghazali Abbas.

Pangkal persoalannya karena Ghazali Abbas dinilai tak lagi memperdulikan jasa para tim pemenanganya.

“Saya adalah ketua Tim Rakan Setia (TRS) Ghazali Abbas di Kecamatan Pidie, kami berjuang mati-matian untuk menyukseskan dia sebagai senator. Bisa dibayangkan bagiamana ngerinya iklim pemilu 2014 lalu di Aceh dengan militansi oknum-oknum dari partai tertentu. Tapi hari ini, kami hanya dianggap relawan, padahal TRS itu dia (Ghazali Abbas) yang bentuk. Tapi ucapan terimakasih saja tidak ada,” kata Ridwan.

Padahal, kata Ridwan, Ghazali Abbas pernah sampai menangis meminta bantu kepada Zulkifli HM Djuned agar disuport anggaran. Zulkifli HM Djuned mantan calon wakil bupati Pidie 2012 lalu yang berpasangan dengan Ghazali Abbas.

“Dibantu pakai duit tentunya. Sekali duduk di warung kopi, misalnya, bisa Rp 1,5 juta. Bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mensukseskan dia sebagai senator,” kata Ridwan.

Ridwan juga merasa aneh karena Ghazali Abbas pernah menuding bahwa biang kerok semua ini adalah Zulkifli HM Djuned. “Tapi yang dilaporkan malah kami bertiga,” katanya.

Baca: Dituding Tak Tepati Janji, Ghazali Abbas: Biang Keroknya Zulkifli HM Juned

“Soal pernyataan Ataila bahwa Ghazali Abbas merampok KTP, saya katakan memang itu KTP masyarakat  yang diambil di posko tanpa meminta. Dia bawa sebanyak 25 ribu fotocopy KTP ke Banda Aceh, langsung dipakai sebagai syarat mencalonkan diri sebagai anggota DPD,” katanya.

Padahal, fotocopy KTP itu adalah hasil pemberian masyarakat Pidie untuk maju di Pilkada 2012 lalu. “Sementara dia menggunakannya tanpa izin untuk naik sebagai anggota DPD. Apakah ini diizinkan oleh para pemiliknya? Momennya kan berbeda,” katanya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Ghazali Abbas, Safaruddin mengatakan, para terlapor diketahui pernah mengirimkan surat ke pimpinan DPD RI di Jakarta yang menyatakan bahwa Ghazali Abbas masih memiliki hutang kampanye.

“Ini jelas menjelekkan nama klien saya," kata Safaruddin.

Selain itu, kata Safar, Ataila Cs juga diduga telah menuding Ghazali Abbas merampok KTP saat maju sebagai calon anggota DPD pada 2014 lalu.

Rubrik

Komentar

Loading...