Dinilai Ikut Batalkan Proyek Multi Years, Pemuda Samarkilang Ngamuk dan Bakar Foto Bardan Sahidi

Dinilai Ikut Batalkan Proyek Multi Years, Pemuda Samarkilang Ngamuk dan Bakar Foto Bardan Sahidi

BERITAKINI.CO, Redelong | Sejumlah pemuda Samarkilang, Kabupaten Bener Meriah meluapkan amarah mereka kepada salah satu anggota DPRA Bardan Sahidi.

Ini lantaran Bardan Sahidi dinilai sebagai salah satu anggota DPRA yang ikut membatalkan MoU Proyek Tahun Jamak alias multi years.

Sementara Bardan Sahidi merupakan anggota DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Amarah itu diluapkan melalui sebuah video yang dibuat para pemuda tersebut dan beredar luas di media sosial.

Dilihat BERITAKINI.CO, sejumlah pemuda tersebut meminta politisi PKS itu mundur dari jabatannya.

“Bardan Sahidi turun kamu, kamu tidak cinta tanah air, kami yang cinta tanah air. Mana buktinya Bardan Sahidi, kamu duduk di kursi DPRA, tapi tidak memikirkan rakyat,” teriak salah seorang pemuda di video itu.

Belakangan diketahui salah satu dari para pemuda itu adalah Alif Mubin, asal Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Adapun video tersebut mereka rekam dengan mengambil lokasi persis jalan lintasan Pondok Baru-Samarkilang, yang kondisinya rusak dan berlumpur.

“Bardan Sahidi, ini buktinya kami cinta tanah air. 75 tahun Indonesia merdeka, Samarkilang tidak merdeka, tidak sejahtera, akibat ulah mu karena multi years kamu yang membatalkan, turun kamu Bardan Sahidi,” teriaknya lagi.

Di akhir video tersebut, foto anggota DPRA Bardan Sahidi dibakar, dilumuri lumpur lalu diinjak-injak.

“Ini adalah Bardan Sahidi yang pertama kali membatalkan proyek multi years,” teriak salah seorang pemuda lainnya.

Tak sampai di situ, para pemuda tersebut kembali membuat video kedua. Dalam video yang berdurasi 1 menit 15 detik itu, protes pun mengincar para anggota DPRA yang terpilih dari Dapil IV.

“Kalian anggota DPRA, sudah kami pilih sebagai perwakilan kami di DPRA, mana bukti kalian yang katanya ingin mengaspal jalan kami, tapi lihat ini buktinya jalan kami. Kami berharap tolong perhatikan kami,” teriaknya.

Dalam video itu juga, tampak sejumlah pemuda lainnya menanam pokok pisang  dan rumput di tengah jalan yang berlumpur.

Sementara itu, Muhammad Yakub, ketua Karang Taruna Samarkilang saat di hubungi BERITAKINI.CO membenarkan bahwa dalam video terebut merupakan sekelompok pemuda Samarkilang.

Dia mengatakan, aksi tersebut merupakan protes terhadap Bardan Sahidi yang menolak pembangunan jalan dengan skema tahun jamak.

“Benar pihak kami membakar foto Bardan Sahidi, karena dia adalah anggota DPRA di wilayah pemilihan kami, seharusnya dia memperhatikan kondisi kami,” kata Muhammad Yakub.

Dikatakan, kondisi jalan Samarkilang sangat memprihatinkan, di mana berlumpur saat hujan, dan berdebu di musim kemarau.

“Dalam kondisi sekarang, kami harus menunggu cuaca panas jika ingin melalui jalan itu. Belum lagi harga pokok bahan makanan terus meningkat,” ujarnya.

Mirisnya, kata dia, jika ibu-ibu yang melahirkan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Muyang Kute berjarak 70 kilometer sehingga memakan waktu satu hari perjalanan.

“Seingat saya, sudah empat kali warga Samarkilang terpaksa melahirkan di jalan, tak sempat sampai di rumah sakit,” katanya.

Dalam hal ini pihaknya meminta agar pemerintah segera melanjutkan pembangunan jalan menuju kawasan tersebut.

“Jika dalam satu bulan ini tidak ada respon. Kami warga Samarkilang yang hampir mencapai ribuan warga akan mendatangi kantor DPRA dan membawa lumpur jalan untuk mereka,” katanya.

Seperti diketahui, DPRA telah membatalkan MoU Proyek Multi Years 2020-2022 dengan Pemerintah Aceh.

DPRA menawarkan pembangunan dilakukan tahun per tahun dengan pembahasan bersama antara eksekutif-legislatif.

Namun Pemerintah Aceh tetap ngotot untuk melangsungkan proyek tersebut dengan skema satu kali kontrak.

Proses tender belasan proyek jalan senilai lebih dari Rp 2 triliun itu pun sedang berjalan.

Rubrik

Komentar

Loading...