Dinas Pendidikan Dayah Aceh Undang Ulama Bahas DIM RUU Pondok Pasantren dan Pendidikan Agama

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Undang Ulama Bahas DIM RUU Pondok Pasantren dan Pendidikan Agama

BERITAKINI.CO | Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar Silaturrahmi Ulama selama 2 hari sejak Rabu, 14 November 2018 yang bertempat di Hotel Madinah Banda Aceh.

Acara yang bertemakan “Memperkuat Peran Ulama dan Umara dalam Memajukan Pendidikan  Dayah dan Pembangunan Aceh yang Bermartabat” ini di hadiri oleh 100 ulama yang tersebar di seluruh Aceh.

Abiya Anwar Kuta Krueng dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini.

“Acara ini sangat bagus mometumnya, karena disamping silaturrahmi, kita juga dapat membahas DIM (Daftar Isian Masalah) RUU Pondok Pasantren dan Pendidikan Agama,” katanya.

Aceh sebagai daerah istimewa, kata Abiya, diberi kesempatan oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin untuk mendengar saran dan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang yang sedang dibahas.

“Untuk itu melalui forum ini kita harus memanfaatkan agar pikiran-pikiran  semerlang Ulama Aceh dapat mewarnai Undang-Undang Pasantren,” ujar Abiya Anwar.

Kanwil Kemenag Aceh HM Daud Pakeh dalam sambutannya menyampaikan bahwa Menteri Agama RI meminta agar RUU Pondok Pasantren dan Pendidikan Agama dapat dibahas di Aceh dengan harapan mendengarkan saran serta masukan Ulama Aceh sebelum disahkan oleh DPR RI.

“Kita sangat menghargai bahwa kita diberikan andil dalam penyempurnaan RUU Pondok Pasantren dan Pendidikan Agama,” kata Daud Pakeh.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny SAg MM mengatakan bahwa Silaturrahmi Ulama ini diharapkan mampu menghasilkan suatu kesimpulan ataupun rekomendasi dari ulama terhadap kemajuan dan pengembangan pendidikan Dayah. “Saran serta masukan dari para abu-abu sekalian adalah motivasi bagi kami dalam pembangunan Aceh yang bermartabat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Usamah El-Madny itu juga menyampaikan penjelasan terkait pengumuman type dayah sementara yang telah di umumkan di media massa.

“Bagi pimpinan dayah yang merasa dayahnya tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dapat melakukan tabayyun (klarifikasi) selama 10 hari ke depan. Untuk itu tidak perlu merasa cemas dan gundah atas pengumuman sementara itu, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya,” katanya.

Tampak Hadir dalam acara Silaturrahmi Ulama di antaranya yaitu Abu Ishak Lamkawe, Abu Kruet Lintang, Ayah Cot Trueng, Waled Nu Samalanga, Waled Husaini (Wakil Bupati Aceh Besar), Abiya Anwar Kuta Krueng, Abi Lampisang, Dr Tgk Muntasir MA, Abiya Zahrul,  Abi Daud Hasbi, Dr Ainur Rafiq MA perwakilan dari Kemenag RI, Abati Babah Buloh, Waled Munir Kiran, Tgk Athaillah Daud dan sejumlah ulama Aceh lainnya. (Adv)

Pemprov Aceh

Komentar

Loading...