Dilapor Tahun Lalu, Anak Sekda Aceh Tenggara Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

Dilapor Tahun Lalu, Anak Sekda Aceh Tenggara Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

BERITAKINI.CO, Kutacane | Penyidik Polres Aceh Tenggara akhirnya menetapkan VA alias Oni, sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik melalui akun media sosial Fioni Aqidah.

Oni, yang juga anak Sekda Aceh Tenggara MHD Ridwan, sebelumnya dilaporkan oleh aktivis anti korupsi Aceh Tenggara, Amri Sinulingga pada 24 Oktober 2019 lalu.

Informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, Oni ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Oktober 2020, setelah penyidik menggelar perkara tahap dua.

Amri Sinulingga yang dikonfirmasi juga telah mendapatkan laporan perkembangan perkara tersebut dari penyidik Polres Aceh Tenggara.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara AKP Suparwanto juga membenarkan penetapan Oni sebagai tersangka.

Suparwanto mengatakan, penyidik menerapkan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektorinik atau Pasal 310 jo Pasal 311 KUHPidana.

Dilihat BERITAKINI.CO, Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tersebut berbunyi, Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Sementara Pasal 27 Ayat (3) berbunyi, Setiap Orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Adapun ketentuan pencemaran nama baik dan/atau fitnah seperti yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Penetapan status VA menjadi tersangka setelah memeriksa dan memintai keterangan ahli, kemudian digelar perkara itu di Mapolres Agara,"ujar Suparwanto.

Sementara Amri Sinulingga mengatakan, pada 2019 lalu, tersangka menuliskan pada akun Facebook kalimat yang menuding dirinya melakukan penyebaran fitnah dan hoak.

Oni juga memposting foto Amri Sinulinga dengan sebuah mobil pelat merah dan menuduh Amri berlagak membela rakyat.

"Padahal kebusukan anda itu merampok pemerintah dengan cara menyebarkan fitnah hoax dan kasus yang sudah selesai," begitu sebagaian kalimat yang dituliskan Omni di akun Facebooknya.

Rubrik

Komentar

Loading...