Dilapor Melakukan Praktik Politik Uang, DPP PA: Itu Bentuk Kepanikan Lawan Politik

Dilapor Melakukan Praktik Politik Uang, DPP PA: Itu Bentuk Kepanikan Lawan Politik
Foto: Acehterkini.com

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh (PA) menilai, tudingan terhadap pasangan calon Gubernur -Wakil Gubernur Aceh Muzakur Manaf–T A Khalid melakukan politik uang dalam masa tenang adalah upaya provokator.

Hal itu juga dinilai sebagai bentuk kepanikan yang diperlihatkan oleh lawan politik untuk mengalahkan pasangan nomor urut 5 tersebut.

“Kami mengutuk keras praktik politik uang. Jauh-jauh hari kami telah melarang para tim, relawan, maupun simpatisan, baik di tingkat provisi maupun kabupaten/kota untuk tidak melakukan hal itu,” kata Juru Bicara DPP PA Suaidi Sulaiman alias Adi Laweung pada BERITAKINI.CO, Selasa, (14/2/2017).

Menurut Adi, isu yang beredar di beberapa kabupaten/kota dan teranyar di Pidie Jaya dimana tim Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah melaporkan dugaan politik uang ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) adalah upaya untuk memperburuk citra Muzakir Manaf di mata masyarakat Aceh.

Baca:Tim Irwandi-Nova Laporkan Dugaan Praktik Politik Uang Muzakir Manaf-TA Khalid

“Karena mereka melihat Mualem (Muzakir Manaf) sudah diambang pintu kemenangan. Maka mereka mencoba memainkan upaya provokasi untuk memfitnah Mualem. Pasangan kami sudah bisa dikatakan hampir menjadi gubernur makanya mereka melakukan fitnah seperti itu,” katanya.

Dan prilaku itu, kata Adi, tidak dilakukan untuk pasangan calon gubernur dari Partai Aceh saja, melainkan juga menyudutkan para calon bupati dan walikota yang diusung Partai Aceh bersama partai koalisi.

Dan, katanya, Partai Aceh saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa dalang dibalik upaya provokatif tersebut.

“Dan kami juga mendapat laporan bahwa di salah satu kabupaten/kota yang mengotaki provokasi itu adalah calon bupatinya, namun saya belum boleh mengatakan siapa dan dimana,” katanya. (*)

Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...