Dilakukan Warga Lipat Kajang Aceh Singkil Setiap Jumat, Seperti Apa Keutamaan Menyantuni Anak Yatim?

Dilakukan Warga Lipat Kajang Aceh Singkil Setiap Jumat, Seperti Apa Keutamaan Menyantuni Anak Yatim?

BERITAKINI.CO, Singkil | Islam sangat memuliakan anak yatim. Bahkan tercatat puluhan ayat tentang anak yatim dalam Al Quran.

Anak yatim adalah seseorang yang kehilangan ayahnya sebelum mencapai usia dewasa. 

Menanggung anak yatim berarti mengurusi segala keperluan hidup, mengasuh, mendidik, dan menyantuni.

Salah satu di antaranya, yakni menyantuni, rutin dilakukan pengurus masjid dan perangkat Desa Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil.

Caranya, dengan mengumpulkan beras dari warga setempat yang kemudian disalurkan kepada anak yatim.

Pengumpulan beras itu awalnya dilakukan dengan cara door to door atau dari pintu ke pintu.

Setiap warga bebas memberikan berapa saja dengan ikhas. Tidak mesti beras, uang tunai juga diterima.

Ternyata, seluruh warga desa itu menyambut baik upaya pengurus masjid dan perangkat desa tersebut.

"Sekarang masyarakat sudah paham, tidak perlu door to door lagi, kami hanya melintas sambil teriak 'sumbangan anak yatim' warga langsung keluar menyerahkan beras terkadang uang," kata perangkat desa setempat Rizal Tumorang kepada BERITAKINI.CO, Jumat (2/4/2021).

Setelah terkumpul, semua sumbangan itu dibawa ke masjid untuk dihitung lalu dibagi kepada 21 anak yatim piatu maupun yatim. 

“Kegiatan ini sudah berlangsung kurang lebih sepuluh tahun,” katanya.

Menurut Rizal, setiap pekan, beras dan uang terkumpul bervariasi, paling banyak 180 liter dan uang Rp 1,8 juta. 

"Hari ini, beras terkumpul 126 liter dan uang Rp 1,09 juta. Dari jumlah itu, kemudian disalurkan untuk satu penerima sebanyak 6 liter beras dan Rp 52 ribu," jelasnya.

Kegiatan ini ternyata telah menginspirasi desa tetangga Lipat Kajang, yakni Lipat Kajang Atas.

Dalam beberapa bulan terakhir, pengurus masjid dan perangkat Desa Lipat Kajang Atas mencetuskan 'Gerakan Jumat Sadaqah' yang kegiatannya sama persis dengan Desa Lipat Kajang.

"Dilakukan baru hitungan bulan dan rutin setiap Jumat," kata Imam Masjid Desa Lipat Kajang Atas, Ustaz Iskandar Z.

Sasaran penerima manfaat di Desa Lipat Kajang atas ini kategori pakir dan anak yatim. 

"Jumlah sasaran sebanyak 24 orang. Setiap orangnya menerima 4 liter dan uang Rp 40 sampai 50 ribu," imbuh Iskandar.

Seperti diketahui, Al-Qur'an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman dalam hadist keutamaan menyayangi anak yatim:

"Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik," (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

Disebut yatim jika anak tersebut belum baligh. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh)." (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib). (Sunan Abi Daud, Kitab Al-Washaya No. 2489).

Dikutip dalam buku berjudul 'Dahsyatnya Doa Anak Yatim' oleh M Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim:

1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah SAW di Surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.

"Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini," kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit." (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa'd). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah'an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni." (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah'an Rasulillah: 1840).

3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 5-6).

4. Memperoleh Pertolongan dari Allah SWT

Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

"Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab: 5557).

5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat

Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

"Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu'jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist no. 8828).

6. Investasi Amal untuk Akhirat

Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

"Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat). Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini:

"Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu." (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas'ud).

Editor
Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...