Diki Pratama, Pemerkosa Anak Asal Lhoknga Melarikan Diri

Diki Pratama, Pemerkosa Anak Asal Lhoknga Melarikan Diri
Diki Pratama (dua kiri)

BERITAKINI.CO, Jantho | Diki Pratama (35) terpidana pemerkosa keponakan yang masih berusia 11 tahun, benar-benar memaksimalkan vonis Mahkamah Syar’iyah Aceh yang membebaskannya dari tuntutan pidana tersebut.

Sejak menghirup udara bebas pada 28 Mei 2021 lalu, keberadaan pria warga Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, itu tidak bisa dideteksi dengan pasti. 

Dua bulan terakhir, setelah putusan kasasi turun yang membatalkan vonis Mahkamah Syar'iyah Aceh, dia bahkan telah hilang bak ditelan bumi.

Petugas eksekusi dari Kejari Aceh Besar pun kelimpungan mencari predator anak yang sempat menjadi TKI di Malaysia tersebut.

Kini, tak ada banyak pilihan, selain menetapkan pria yang sempat menjalani tahanan di Rutan Jantho, itu sebagai buronan.

"Benar dia sudah kita tetapkan sebagai buronan, setelah dua bulan melarikan diri," kata Kasi Pidum Kejari Jantho Wahyu Ibrahim, Selasa (16/11/2021).

Wahyu mengatakan, mereka tak pernah berhasil menemukan Diki setelah dicari-cari hingga ke Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar tersebut.

"Bahkan keluarganya juga tidak mengetahui keberadaannya, ini yang membuat kita kewalahan,” ujarnya.

Lanjutnya, Kajari Aceh Besar juga telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) terkait status DPO tersebut. 

“Kita sudah koordinasi dengan Kejagung RI, terkait penetapan DPO tersangka Diki nantinya, dari Kejagung RI, akan memerintahkan ke seluruh jajaran sampai terbawah, agar yang bersangkutan terus dicari," katanya.

Diki merupakan predator anak yang divonis 200 bulan penjara oleh Mahkamah Syar'iyah Jantho.

Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang memiliki hubungan mahram dengannya. Perempuan di bawah umur itu merupakan anak dari adik kandungnya sendiri.

Diki sempat dijebloskan ke penjara sembari menjalani proses banding atas putusan pengadilan tingkat pertama. Dia kemudian mendapat angin segar ketika Mahkamah Syar'iyah Aceh memvonisnya bebas pada 20 Mei 2021 lalu.

Kendati Jaksa Penuntut Umum Kejari Aceh Besar mengajukan kasasi, Diki akhirnya bisa menghirup udara bebas lebih dulu lantaran putusan Mahkamah Syar'iyah Aceh memerintahkan pembebasan.

Belakangan, Mahkamah Agung pun membatalkan putusan Mahkamah Syar’iyah Aceh dan memvonis Diki bersalah melakukan pemerkosaan. Tapi dia sudah lebih dulu kabur.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...