Dijamin Erli Hasim, Pengadilan Tipikor Tangguhkan Penahanan Lima Terdakwa Korupsi Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue

Dijamin Erli Hasim, Pengadilan Tipikor Tangguhkan Penahanan Lima Terdakwa Korupsi Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh menangguhkan penahanan lima terdakwa korupsi proyek pemeliharaan jalan-jembatan Simeulue.

Informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, penahan kelimanya ditangguhkan dengan beberapa alasan, dan juga dijamin di antaranya oleh Bupati Simeulue Erli Hasim.

Lihat: Kasus Korupsi Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue Berlabuh di Pengadilan Tipikor

Adapun kelima terdakwa itu masing-masing, Ali Hasmi, selaku kepala Dinas PUPR Simeulue yang juga Pengguna Anggaran; Bereueh Firdaus, selaku Kabid Bina Marga Dinas PUPR Simeulue periode September 2017 hingga sekarang, yang juga PPK Kegiatan Pemeliharaan Jalan-Jembatan tersebut; Afit Linon selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK); Iis Wahyudi  selaku Pejabat Pengadaan, Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dan Petugas Admin Sirup pada Dinas PUPR Kabupaten Simeulue; dan Dedi Alkana, selaku Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Simeulue.

Sebelummnya, jaksa dalam dakwaannya mengatakan, dalam kasus tersebut, negara merugi Rp 5,7 miliar, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Perwakilan Aceh.

Kerugian itu muncul dari selisih 70 paket pekerjaan pemeliharaan jalan-jembatan yang dikerjakan para terdakwa pada 2017 lalu dengan anggaran senilai Rp 10,7 miliar.

Dari nilai kerugian itu, sebanyak Rp 1,4 miliar di antaranya telah dikembalikan.

Lihat: Kembalikan Kerugian Negara, Dari Mana Tersangka Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan Jembatan Simeulue Peroleh Rp 1,4 Miliar?

Di antaranya karena kondisi itu, jaksa pun menahan kelimanya dan dititipkan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh, di Kajhu, Kabupaten Aceh Besar.

Lihat: Jaksa Tahan Lima Tersangka Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan-Jembatan Simeulue

Belakangan, hakim yang mengadili perkara tersebut mengabulkan permohonan para terdakwa untuk pengalihan tahanan menjadi tahanan rumah.

Berdasarkan berkas putusan mejelis hakim yang didapat BERITAKINI.CO, dalam permohonannya, salah satu terdakwa yakni Ali Hasmi, meminta penangguhan penahanan dengan alasan di antaranya karena masih menjalani tugas sebagai kepala Dinas PUPR Simeulue.

Dia juga mengaku mempunyai tanggungan atas keluarga, dan telah menunjukkan itikat baik dengan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 40 juta.

Selain itu, dia juga dijamin oleh istrinya Ernawati, pengacaranya, serta Bupati Simeulue Erli Hasim yang menyatakan bahwa Ali Hasmi tidak akan melarikan diri dan siap menghadirikan terdakwa setiap saat diperlukan untuk kepentingan penyidikan, penuntutan dan persidangan di pengadilan.

Majelis hakim pun menilai permohonan itu cukup beralasan sehingga mengabulkan pengalihan penahanan para terdakwa.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...