Dihalangi Ketemu Bupati, Unjuk Rasa Mahasiswa UGL di Aceh Tenggara Ricuh

Dihalangi Ketemu Bupati, Unjuk Rasa Mahasiswa UGL di Aceh Tenggara Ricuh

BERITAKINI.CO, Kutacane | Unjuk rasa seratusan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Rabu (23/1/2019) berlangsung ricuh.

Mahasiswa yang menuntut agar aktivitas kampus segera diaktifkan terlibat aksi dorong dengan petugas kepolisian di pintu gerbang kantor bupati.

Mereka sempat meminta untuk bisa bertemu dengan Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim, namun dihadang petugas. Amarah peserta unjuk rasa ini semakin memuncak karena bupati Agara enggan menemui mereka.

Pantauan BERITAKINI.CO, sebelum terlibat saling dorong massa dan petugas keamanan yang berjaga lebih dulu terlibat adu mulut. Akibatnya, pintu gerbang kantor pemerintahan itu jatuh didobrak massa.

Setelah terlibat aksi dorong, akhirnya mahasiswa berhasil masuk ke dalam pekarangan kantor bupati.

Koordinator aksi Almujawadin mengatakan, kedatangan mereka hanya ingin bertemu bupati untuk menanyakan kelanjutan kampus UGL yang tidak aktif sejak beberapa bulan lalu.

“Situasi di UGL ini sangat merugikan kami sebagai mahasiswa. Sudah berapa kali kami menyurakan aspirasi dan tuntutan agar kampus UGL kembali aktif. Namun bupati Agara selaku ketua pembina yayasan tak peduli terhadap nasib UGL,” kata Al.

Hingga berita ini diunggah, seratusan mahasiswa masih bertahan di kantor bupati Agara. Mereka masih menunggu bupati menjumpai mereka.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...