Duit Penjualan Sapi Tak Jelas Juntrungannya, TPG dan Warga Segel Kantor Geuchik Peunyerat Banda Aceh

Duit Penjualan Sapi Tak Jelas Juntrungannya, TPG dan Warga Segel Kantor Geuchik Peunyerat Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tuha Peut Gampong (TPG) bersama warga Gampong Peunyerat, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh menyegel kantor geuchik setempat, Minggu, 24 Januari 2021.

Penyegelan tersebut sebagai tindaklanjut atas mosi tidak percaya warga terhadap Geuchik Peunyerat T Ismed yang diduga tidak jujur mengelola aset gampong.

"Di antaranya adalah temuan TPG tentang penjualan lima ekor sapi senilai Rp 60 juta pada 2019 lalu yang hingga kini tak kunjung disetorkan ke kas gampong,” kata Anggota TPG Hasyimi kepada BERITAKINI.CO, Senin (25/1/2021).

Menurut Hasyimi, TPG sudah berulang kali menanyakan tindaklanjut dari penjualan sapi tersebut, apakah akan digunakan membeli sapi lagi untuk dipelihara kemudian dijual lagi, atau uang tersebut akan digunakan untuk apa.

Namun, geuchik berdalih uang tersebut akan digunakan untuk membuat usaha lainnya yang lebih cocok untuk dikembangkan.

“Karena belum ada kepastian, kami menyarankan hasil penjualan sapi tersebut disetorkan terlebih dahulu ke kas gampong, nanti boleh dipakai lagi, itu agar administrasi keuangan gampong lebih tertib,” kata Hasyimi.

Akan tetapi setelah sekian lama menunggu, kata dia, geuchik tak kunjung menyetorkan uang kas tersebut.

Informasi terkait hal itu kemudian menyebar dan berkembang, sehingga membuat kegaduhan di tengah masyarakat setempat.

Karena sudah menimbulkan kegaduhan TPG kemudian membuat rapat dengan geuchik tersebut, namun dia disebut terus berdalih dengan berbagai alasan.

Hingga akhirnya, TPG pun menyurati geuchik secara resmi terkait hal itu setelah berkonsultasi dengan camat Banda Raya.

“Kami menyampaikan kepada Ismed (Geuchik Peunyerat), kalau tidak mampu menyetorkan uang itu, lebih baik mengundurkan diri saja,” katanya.

Kegaduhan di tengah masyarakat pun akhirnya tak terbendung, puncaknya kemarin warga membuat rapat raya di Meunasah Peunyerat yang melibatkan TPG dan tokoh masyarakat.

“Hasil rapat itu, kami kembali meminta Ismed mengundurkan diri, dan warga pun menyegel Kantor Geuchik Peunyerat," katanya.

Komentar

Loading...