Diduga Tersengat Arus Listrik, Bocah 12 Tahun di Agara Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Warnet

Diduga Tersengat Arus Listrik, Bocah 12 Tahun di Agara Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Warnet
Warnet lokasi tewasnya seorang bocah akibat tersengat arus listrik. (BERITAKINI.CO| JUPRI)

BERITAKINI.CO, Kutacane | M Ubaidillah, bocah laki-laki berusia 12 tahun ditemukan tewas di kamar mandi di salah satu Warung Internet (warnet) di gampong Pulolatong, Kecamatan Babussalam, Selasa sore (23/10/2018).

Korban diduga meninggal dunia setelah tersengat arus listrik di Warnet milik Pepen, warga setempat.

Kapolsek Babussalam Iptu Sabrianda mengatakan, peristiwa tewasnya murid kelas 6 SD sekitar pukul 15.40 WIB. “Korban tewas di kamar mandi warnet milik Pepen (35),” kata Iptu Sabrianda.

Kata dia, peristiwa tewas bocah tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya bermain warnet. Saat itu, korban pergi ke kamar mandi.

“Salah satu pengungjung lainnya mau masuk ke kamar mandi. Namun berkali-kali mengetok pintu kamar mandi dan memanggil-manggil ternyata korban tak kunjung membuka pintu WC tersebut,” kata dia.

Lalu, pengunjung tersebut melaporkan kejadian itu kepada penjaga warnet dan para pengunjung warnet lainnya. “Kemudian pintu kamar WC tersebut didobrak," ujar Iptu Sabrianda.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah tergeletak di kamar mandi. “Saat itu korban langsung dibawa ke RSU Nurul Hasnah. Namun nyawa korban tak dapat tertolong lagidan ia sudah meninggal,” kata Sabriana.

“Sekitar pukul 16.30, jasad korban sudah dibawa kerumah duka oleh keluarganya di gampong Pulolatong.”

Sementara lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sudah dipasang police line. Sampai saat ini, kata dia, pihak keluarga korban belum juga ada melaporkan kejadian tersebut ke polsek maupun Polres Agara.

“Informasinya mereka akan menyelesaikan secara kekeluargaan kejadian itu, karena masih satu gampong. Namun demikian kita akan tetap melakukan upaya hukum dengan memeriksa pemilik warnet dan memintai keterangan dari penjaga atas kelalaian sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” pungkasnya. | JUPRI

Rubrik

Komentar

Loading...