Diduga Pungli, Polisi Tahan Camat dan Bendahara di Aceh Barat

Diduga Pungli, Polisi Tahan Camat dan Bendahara di Aceh Barat

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Penyidik Polres Aceh Barat menahan camat dan bendahara Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat.

Mereka masing-masing Sulaiman Jalil dan Hendra Saputra. Keduanya ditahan atas dugaan melakukan pungutan liar terhadap 20 kepala desa di kecamatan tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Iptu M Islar mengatakan, penyidik telah meningkatkan status keduanya menjadi tersangka dan ditahan.

Mereka sebelumnya ditangkap Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) pada Senin (15/10/2018) berdasarkan laporan masyarakat.

Mereka melakukan pengutipan sebesar Rp 2 juta per kepala desa dengan alasan untuk pelaksanaan kegiatan MTQ.

M Islar mengungkapkan, sebelumnya petugas sempat mengamankan Kasi Kessos Kantor Camat Arongan Lambalek, Agusni. Saat itu ia sedang mengutip uang dari kepala desa.

“Ada Rp 8 juta yang kita amankan dari Agusni dengan kwitansi penerimaan uang serta catatan-catatan kepala desa yang telah diberikan uang,” katanya, Jumat (19/10/2018).

Berdasarkan keterangan Agusni, lanjutnya, pengutipan tersebut dilakukan atas perintah camat Arongan Lambalek, Sulaiman Jalil.

Sebelumnya, pengutipan dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran Sekretariat Kecamatan Arongan Lambalek, Hendra Saputra.

Karena yang bersangkutan sedang kegiatan di luar, lanjutnya, tugas untuk mengutip uang diamanahkan sementara waktu kepada Agusni.

“Setelah itu kita hubungi Hendra, kemudian mengamankan pula uang yang sudah dikutip dari 16 kepala desa,” jelasnya.

Agusni hanya mengumpulkan uang dari 4 kepala desa saja, sementara uang yang diamankan dari tangan Hendra sebasar Rp 30,9 juta.

“Total keseluruhan hasil pungutan dari kepala desa untuk kegiatan MTQ tingkat kecamatan mencapai Rp 40 juta,” kata Kasat.

“Agusni kemudian dilepaskan karena hanya disuruh sebentar. Sebagian uang telah digunakan untuk keperluan oprasional camat dan membuat stempel MTQ serta membeli kwitansi.”

Camat dan Bendahara Arongan Lambalek telah mendekam di sel Mapolres Aceh Barat

Mereka dijerat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...