Diduga Perkosa Gadis Aceh Besar Dalam Toyota Avanza, Pria Aceh Selatan Ditangkap Polisi

Diduga Perkosa Gadis Aceh Besar Dalam Toyota Avanza, Pria Aceh Selatan Ditangkap Polisi
Ilustrasi

Banda Aceh | Petualangan kejahatan seks, SJ, pria asal Aceh Selatan, berakhir sudah. SJ ditangkap personel Ditreskrimum Polda Aceh baru-baru ini.

Dia merupakan tersangka pemerkosa seorang gadis asal Aceh Besar, sebut saja Bunga. Polisi menangkapnya di suatu lokasi di Banda Aceh, setelah Bunga melaporkan perbuatan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito mengatakan, SJ yang berprofesi sebagai pekerja swasta itu memang menetap di Banda Aceh.

Mengendarai Toyota Avanza, pada Agustus 2019 lalu, dia mengajak Bunga untuk jalan-jalan. "Pelaku menjemput korban di kos-kosannya, mengajak jalan-jalan sambil makan bakso,” kata Agus, Senin (4/11/2019).

Sempat mengantar Bunga pulang ke kos-kosan, malam hari, SJ kembali mengajak Bunga jalan-jalan. Dia kembali menjemput Bunga di kos-kosannya.

SJ memacu kendaraannya ke arah Meulaboh, Aceh Barat.

“Setiba di kawasan Lhoong, Aceh Besar, korban dipaksa untuk mencium pelaku dan memegang kemaluannya namun korban menolak," katanya.

Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan pisau dan menyuruh korban untuk membuka pakaiannya.

Jika permintaan itu ditolak, kata Agus, menurut pengakuan Bunga, pelaku akan mengundang teman-temannya untuk memperkosa korban.

Upaya intimidasi terus dilakukan oleh SJ, di antaranya dengan menggunakan airsoft gun.

Korban yang ketakutan akhirnya pasrah. Upaya SJ untuk menggagahinya pun berhasil. Di dalam mobil itu, di kawasan Lamno, Aceh Jaya, SJ melancarkan birahinya terhadap Bunga.

Aksi tak terpuji yang dilakuan SJ itu akhirnya dilaporkan ke polisi. Petugas pun melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil menangkap SJ.

Petugas menyita dua pisau sangkur, sepucuk pistol Air Gun replika FN serta satu Toyota Avanza.

Saat ini SJ telah mendekam dalam sel tahanan Mapolda Aceh untuk menjalani proses hukum.

"Tersangka dijerat Pasal 289 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan dijerat Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," kata Agus Sarjito.

Polisi, kata Agus, juga masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini. Karena diduga pelaku telah berulang kali melakukan hal yang sama terhadap korban yang berbeda.

Rubrik

Komentar

Loading...