Diduga Meninggal Usai Disuntik, Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Cut Nyak Dhien

Diduga Meninggal Usai Disuntik, Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Cut Nyak Dhien

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Pihak keluarga Alfarida (12) warga Desa Pante Cermen, Kecamatan Pante Cermen, Aceh Barat, mengamuk dan  memprotes pihak medis di RSUD Cut Nyak Dhien.

Mereka tidak terima atas kematian anaknya usai disuntik oleh perawat di rumah sakit tersebut, Sabtu (20/10/2018).

Syahril, paman Alfarida mengatakan keponakannya masuk ke RSUD Cut Nyak Dhien pada Jumat (19/10/2018) sekira pukul 18.00 WIB.

“Kakinya tertusuk kayu hingga harus dioperasi,” kata Syahril.

Usai menjalani operasi, kata dia, sekira pukul 00.00 WIB dini hari seorang perawat memberikan suntikan obat sesuai dengan resep dokter.

Setelah perawat jaga memberikan suntikan, sambung dia, pasien kemudian mengalami kejang-kejang sehingga pasien tak sadarkan diri.

“Perawat memberikan pertolongan kembali, namun Alfarida dinyatakan meninggal dunia,” kata dia.

Tak terima dengan kondisi itu, Suardi (43) ayah kandung pasien mengamuk dan merusak pintu masuk ruangan ibu dan anak tempat Alfaridha dirawat dengan menggunakan tiang infus.

Beberapa fasilitas di ruang tersebut seperti meja, lemari dan pintu rusak.

Direktur RSUD CND, dr Furqansyah dikonfirmasi BERITAKINI.CO belum dapat memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

“Saya sedang rapat saat ini, nanti iya,” katanya singkat.

Kepolisian setempat saat ini sedang mendalami insiden tersebut. Polisi juga telah memasang police line di ruang ibu dan anak RSUD CND. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...