Diduga Korupsi Duit Makan Minum Pelatihan Santri, Polisi Tahan Mantan Kadis Syariat Islam Gayo Lues 

Diduga Korupsi Duit Makan Minum Pelatihan Santri, Polisi Tahan Mantan Kadis Syariat Islam Gayo Lues 
Foto: Dok Polres Gayo Lues

BERITAKINI.CO | Polisi menetapkan mantan Kepala Dinas Syariat Islam Gayo Lues, Hus sebagai tersangka korupsi belanja makan minum pada proyek pelatihan peningkatan sumber daya santri tahun 2019 dengan total anggaran Rp 9 miliar lebih. Hus pun kini telah ditahan di Mapolres Gayo Lues untuk proses hukum lebih lanjut.

Selain Hus, penyidik juga menahan dua tersangka lainnya masing-masing, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yakni SH; dan rekanan pelaksana kegiatan, LH.

Penyidik telah memperoleh hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh dengan total kerugian mencapai Rp 3,7 miliar.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam didampingi Wakapolres Kompol Muhammad Wali, Rabu (28/4/2021) menjelaskan, pada 2019 lalu, berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Dinas Syariat Islam diketahui telah membelanjakan total Rp 9,02 miliar lebih untuk biaya makan minum pada program peningkatan sumber daya santri dengan kegiatan yakni pelatihan terhadap 1000 santri yang berlangsung di Wisma Pondok Indah, Gayo Lues selama 90 hari.

Duit tersebut disebut telah direalisasikan masing-masing, untuk belanja nasi panitia, narasumber dan perserta 3 x sehari selama 90 hari senilai Rp 5,4 miliar lebih; kemudian untuk belanja snack panitia, narasumber dan peserta 3 x sehari selama 90 hari Rp 2,43 miliar; dan belanja teh kopi panitia, narasumber, dan peserta 3 x sehari selama 90 hari Rp 1,08 miliar; belanja Aqua Cup Rp 150 juta, serta obat-obatan Rp 7 juta.

Namun fakta-fakta yang diperoleh, ternyata realisasi belanja tersebut tak sepenuhnya benar.

Penyidik menemukan bahwa realisasi belanja untuk masing-masing kegiatan tersebut jauh lebih kecil.

Untuk belanja nasi yakni Rp 2,5 miliar lebih, belanja snack hanya Rp 1,08 miliar, belanja teh dan kopi hanya Rp 400 juta, dan belanja Aqua cup hanya Rp 112,5 juta.

Penyidik juga mendapati bahwa SH selaku PPTK juga mendapat keuntungan dari proyek pelatihan santri tersebut. Dia diketahui meminjam perusahaan milik IRA Catering untuk keperluan pelaksanaan pengadaan Aqua Gelas dan Belanja Teh-Kopi.

Sumber: Polres Gayo Lues

Sementara Hus, sebagai kepala dinas, dianggap telah lalai dan tak menjalankan tugasnya sehingga menyebabkan kerugian negara tersebut. Selaku kepala dinas dan juga Pejabat Pembuat Komitmen, dia dinilai tak memahami tugas pokoknya sebagaimana yang diatur Perpres Nomor 16 Tahun 2018. Adapun LH diduga melaksanakan kegiatan tak sesuai dengan kontrak. 

Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3, Pasal 9, dan Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1ke 1KUHP.

"Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," kata Kapolres.

Rubrik

Komentar

Loading...