Diduga Korup Rp 187 Juta, Bendahara Gampong di Pidie Masuk Penjara

Diduga Korup Rp 187 Juta, Bendahara Gampong di Pidie Masuk Penjara

BERITAKINI.CO, Sigli | Salah seorang perangkat Gampong Pulo Siblah, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie harus mendekam dibalik jeruji besi karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Pidie di Kota Bakti, Muhammad Khadafi mengatakan, kasus dugaan korupsi tersebut menjarat HW, Bandahara Gampong Polo Siblah.

Ia ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada September 2019 lalu setelah mendapatkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) Dana Gampong Pulo Siblah tahun anggaran 2016 dari Indpektorat Kabupaten Pidie.

Hasil audit investigasi dalam LHPKKN tersebut, inspektorat menemukan kerugian negara sebesar Rp 187 juta lebih dan sudah ada tindaklanjut pengembalian sebesar Rp 20,4 juta yang disetor langsung ke rekening kas umum gampong (RKUG).

"Kita temukan ada item yang tidak cocok dalam dokumen pertanggungjawaban pengelolaan dana desa dan kita juga menemukan kelebihan bayar pada proyek fisik gampong," kata Muhammad Khadafi, Jumat (17/1/2020).

Khadafi menambahkan, barkas perkara tersebut sudah dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi Banda Aceh.

Jaksa penyidik juga sudah menyerahan tahanan dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa kini di tahan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh di Kajhu.

"Sidang perdana sudah digelar kemaren di Pengadilan Tipikor Banda Aceh dengan agenda pembacaan dakwaan dan Kamis depan dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...