Diduga Kekurangan Gizi, Sapi-sapi Dinas Peternakan Aceh Dilaporkan Mati Satu per Satu di Saree

Diduga Kekurangan Gizi, Sapi-sapi Dinas Peternakan Aceh Dilaporkan Mati Satu per Satu di Saree
Sapi-sapi milik Dinas Peternakan Aceh di UPTD IBI Saree dilaporkan mati satu per satu

BERITAKINI.CO, Jantho | Sapi-sapi yang berada di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree, Dinas Peternakan Aceh, dilaporkan mati satu per satu.

Sapi-sapi yang sejatinya diperuntukkan untuk memproduksi bibit sapi unggul sekaligus sebagai sarana untuk pembinaan kader peternakan itu, diduga mati karena kekurangan pakan dan asupan gizi.

Dan itu telah berlangsung cukup lama. Pada Jumat, 28 Mei 2020 lalu, warga setempat kembali melaporkan bahwa sejumlah sapi di sana mati.

BERITAKINI.CO juga mendapatkan beberapa bukti foto ternak yang tergeletak mati di sana.

Namun Kepala UPTD IBI Saree, Zaulfadli yang dikonfimasi mengaku bahwa foto-foto ternak yang mati tersebut adalah foto lama.

“Saya sudah lihat, itu dulu foto tahun 2017 saat musim kemarau, rumput tidak tumbuh sama sekali,” kata dia, Jumat pekan lalu.

Saat ini, kata Zulfadli, kondisi ternak di UPTD IBI Saree sudah jauh lebih baik.

“Alhamdulillah, sejak 2019, setelah ada hujan dan mendapat pasokan konsentrat, kondisi sudah terperbaiki,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan bahwa total populasi sapi berbagai jenis di UPTD IBI Saree mencapai 400 ekor.

Adapun luas lahan yang disediakan untuk penyediaan pakan berupa rumput, seluas 19,5 hektar.

Lantas benarkah kondisi sapi-sapi di UPTD IBI Saree tersebut telah tertangani dengan baik seperti yang dikatakan Zulfadli?

Sapi-sapi di salah satu kandang di komplek UPDT IBI Saree | Foto: A. Putra

Selasa, 2 Juni 2020, BERITAKINI.CO mampir ke sana. Lokasi komplek pemeliharaan sapi tersebut berada di Dusun Teladan, Gampong Sukadamai, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Faktanya, didapati potret miris kondisi sapi-sapi milik Dinas Peternakan Aceh itu. Hampir semua sapi yang dipelihara di sana dalam kondisi kurus kering.

Ratusan sapi tersebut terdiri dari berbagai jenis, seperti Sapi Peranakan Ongole, Limosin, Simental, Brahman, Sapi Bali hingga Sapi Lokal Aceh.

Petugas UPTD IBI Saree, Muslina yang ditemui BERITAKINI.CO mengungkapkan bahwa kurusnya postur tubuh sapi-sapi itu disebabkan katiadaan pakan, terutama makanan tambahan yakni konsentrat.

Penampakan sapi-sapi milik Dinas Peternakan Aceh di UPTD IBI Saree | Foto: A. Putra

“Konsentrat itu mengandung karbohidrat dan permentasi jerami, stoknya sudah habis sejak Maret 2020 lalu,” kata Muslina yang didampingi M Zaini, petugas instalasi ternak; Nasrul, petugas inkubasi dan pendataan ternak; serta Nurlaila staf di sana. 

Namun Muslina tak mengungkapkan total jumlah kematian sapi-sapi akibat kekurangan gizi tersebut. Dia mengatakan hal itu adalah domain dari kepala UPTD. | A. Putra, Muhammad Ramadan

Rubrik

Komentar

Loading...