Diduga Hasil Pembalakan Liar, Polisi Sita Ratusan Batang Kayu Olahan di Aceh Timur

Diduga Hasil Pembalakan Liar, Polisi Sita Ratusan Batang Kayu Olahan di Aceh Timur
Petugas mengamankan balok kayu yang diduga hasil pembalakan liar di Aceh Timur | Foto: Ist

BERITAKINI.CO | Aparat Kepolisian Resor Aceh Timur menyita ratusan batang kayu olahan yang diduga hasil pembalakan liar di kawasan Gampong Bedari, Kecamatan Simpang Jernih.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan, total ada sebanyak 203 balok kayu yang berhasil diamankan petugas dari operasi pengungkapan tersebut.

Sayangnya, pemilik atau pekerja illegal logging tersebut belum berhasil ditangkap. Polisi menduga mereka sudah lebih dulu kabur lantaran mengetahui adanya pergerakan petugas.

“Tapi pemilik kayu atau pihak yang bertanggungjawab pada kegiatan illegal logging tersebut masih terus diselidiki,” kata Wahyu, Senin (4/2/2019).

Wahyu Kuncoro mengatakan, pengungkapan itu bermula dari informasi masyarakat yang diterima petugas pada Senin 28 Januari 2019 lalu.

“Jadi ada informasi dari masyarakat bahwa di Gampong Bedari, Kecamatan Simpang Jernih tercium adanya kegiatan pembalakan liar,” katanya.

Wahyu lantas memerintahkan Kanit III Satreskrim Polres Aceh Timur dibackup anggota Resmob untuk melakukan penyisiran.

Pada Selasa, 29 Januari 2019 pagi, tim berhasil menemukan lokasi kegiatan pembalakan liar tersebut beserta barang bukti ratusan balok kayu berbagai jenis.

Terkendala alat transportasi dan medan yang sulit, petugas lantas berkoordinasi dengan Polsek Simpang Jernih untuk meminta bantuan warga menjadikan kayu-kayu itu seperti rakit untuk memudahkan pengangkutannya.

“Untuk mempermudah dengan cara dihanyutkan ke sungai yang nantinya akan bermuara di sebuah gampong yang masuk wilayah hukum Polres Aceh Tamiang, dari situlah kayu bisa diangkut dengan kendaraan,” kata Wahyu.

Banyaknya jumlah barang bukti dan minimnya anggota membuat perakitan kayu memerlukan waktu beberapa hari.

Setelah sebagian kayu berhasil dibuat menjadi rakit, balok-balok kayu itu kemudian dihanyutkan di Sungai Simpang Jernih dan bermuara di Gampong Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Sambil menunggu kayu yang lain, barang bukti yang sudah sampai di pinggir sungai untuk sementara dititipkan pada sebuah shawmil (kilang kayu) yang tidak jauh dari lokasi menepinya kayu barang bukti tadi.

“Dalam penitipan barang bukti tadi disertai Berita Acara Penitipan Barang antara pemilik kilang dengan Polres Aceh Timur, dalam hal ini diwakili Kanit III Satreskrim Polres Aceh Timur, Ipda Rangga Setiyadi,” katanya.

Setelah terkumpul sebanyak 164 batang, pada Sabtu, 2 Februari 2019 pagi, barang bukti tersebut dibawa ke Polres Aceh Timur. “Jumlah total barang bukti yang kami amankan sebanyak 203 batang kayu,” katanya.

“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan III Wilayah Langsa untuk mengetahui jenis kayu sekaligus melakukan pengukuran tonase barang bukti yang sudah kami amankan.”

Rubrik
Sumber
Tribratanews Aceh Timur

Komentar

Loading...