Diduga Aniaya Orang Gila, Dua Oknum Polres Aceh Timur Dijebloskan ke Sel Tahanan

Diduga Aniaya Orang Gila, Dua Oknum Polres Aceh Timur Dijebloskan ke Sel Tahanan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepolisiian telah memproses dua anggotanya yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga yang disebut mengalami gangguan jiwa.

Dugaan penganiayaan itu sendiri telah menghebohkan jagat maya setelah sebuah video berisi konten penganiayaan itu beredar di media sosial menjelang Idul Fitri 1441 Hijirah.

Kedua terduga pelaku diketahui adalah oknum Polsek Nurussalam, Polres Aceh Timur.

Sementara Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro melalui siaran pers yang diterima BERITAKINI.CO mengatakan, Sie Propam telah mengambil tindakan cepat dengan mengamankan dua oknum polisi yang berinisial Brigadir R bersama Brigadir E.

"Iya saat itu juga (Sabtu, 23 Mei 2020) mereka sudah dibawa ke Polres Aceh Timur dan dimintai keterangan," kata Eko Widiantoro, Senin (25/05/2020).

Dia juga mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut.

Berdasarkan video berdurasi 20 detik yang viral tersebut, kata Eko, saat itu Brigadir R bersama Brigadir E sedang melaksanakan tugas Kepolisian yaitu menghimbau kepada warga untuk tidak mudik.

“Sekaligus melakukan pemasangan spanduk tidak mudik di Gampong Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam,” katanya.

Tiba-tiba ada seorang warga yang bernama Ramlan (mengalami gangguan jiwa ) membentak-membentak dan memarahi Brigadir R bersama Brigadir E dengan berkata, “mana duit saya dan tekenan nanti saya pukul tidak takut kamu polisi."

Brigadir R bersama Brigadir E berusaha menghindar dan menjauh dari Ramlan, namun dengan tiba tiba Ramlan menarik kerah baju Brigadir E dan hendak memukulnya.

Melihat kejadian itu spontan Brigadir R menyerang Ramlan dan terjadilah pergumulan yang mengkibatkan beberapa luka pada tubuh Ramlan.

Kapolres menyebutkan, tindakan yang dilakukan oleh anggota Polsek Nurussalam tersebut tidak dibenarkan dan menyalahi Kode Etik Polri.

“Apapun alasanya tindakan yang dilakuan oleh anggota kami tersebut tidak dibenarkan. Sebagai anggota Polri harus menjunjung tinggi Kode Etik Polri untuk menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat juga memiliki kesabaran berlebih.” ujar Kapolres.

Secara tegas Kapolres juga menyatakan bahwa yang bersangkutan saat ini sudah diproses oleh Propam Polres Aceh Timur.

“Dua Oknum Polsek Nurussalam tersebut saat ini sudah dimasukkan ke sel Propam. Keduanya kami kenakan sanksi disiplin dan kode etik Polri,” kata Eko.

Rubrik

Komentar

Loading...