Diduga Abaikan Koreksi BPKP, Proyek MYC Sudah Teken Kontrak dan Tarik Uang Muka

Diduga Abaikan Koreksi BPKP, Proyek MYC Sudah Teken Kontrak dan Tarik Uang Muka

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Nasruddin Bahar mengungkap bahwa Dinas PUPR Aceh telah menandatangani kontrak dengan kontraktor pemenang proyek infrastruktur jalan dengan skema multi years contract (MYC).

Bahkan, sebagian di antara rekanan telah menarik uang muka.

Sementara, BPKP sebetulnya telah melakukan audit forensik dan mengoreksi Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 10 dari 16 paket MYC tersebut senilai Rp 145 miliar.

Lihat: BPKP-Inspektorat Aceh Koreksi HPS 10 Paket Multi Years 2020-2022 Hingga Rp 145 Miliar

“Hasil penelusuran LPLA, paket MYC sudah teken kontrak, pihak Dinas PUPR diduga mengabaikan rekomendasi BPKP yang ditujukan kepada gubernur Aceh,” kata Nasruddi Bahar, Selasa (5/1/2021).

Dia juga mengatakan, para pejabat Dinas PUPR Aceh menutup mulut rapat-rapat soal ini.

“Ketika kami konfirmasikan masalah tersebut tidak menjawab sama sekali, kami juga minta bertemu dengan Pak Mawardi, Kabid pada dinas tersebut, tapi beliau bilang sedang sibuk,” ungkapnya.

Tak hanya Dinas PUPR, kata Nasruddin, para pejabat Pemerintah Aceh juga saling menghindar termasuk pihak Inspektorat.

“Kita mencoba menghubungi Plt Kepala ULP Aceh malah semakin sulit,” katanya.

LPLP pun berharap, ke depan gubernur Aceh memilih pejabat yang mudah berkomunikasi dengan masyarakat.

“Jangan kalian pikir kami ini tidak mempunyai hak di negeri ini sehingga kalian sesuka hati mengelola uang rakyat,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...