Dibutuhkan 26 Orang, Dinas Kesehatan Aceh Besar Rekrut 315 Dokter dan Bidan

Dibutuhkan 26 Orang, Dinas Kesehatan Aceh Besar Rekrut 315 Dokter dan Bidan
Paripurna DPRK Aceh Besar | BERITAKINI.CO/Mukhlisin

BERITAKINI.CO, Jantho | Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Besar menyoroti rekrutmen tenaga medis di kabupaten itu. Juru Bicara Fraksi Partai Aceh Zulkiram mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Aceh Besar telah merekrut sebanyak 315 tenaga dokter dan bidan PTT.

"Sementara yang dibutuhkan hanya 26 orang, karena itu kami ingin persoalan ini dapat dijelaskan secara detil oleh eksekutif. Seperti apa hasil analisis dari Dinas Kesehatan," kata Zulkiram saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Partai Aceh dalam Paripurna DPRK Aceh Besar, Kamis (12/10/2017).

Baca: Begini Perkembangan RAPBK-P Aceh Besar 2017

Hal ini penting. Sebab, kata Zulkiram, kebijakan itu sangat berdampak pada anggaran belanja pegawai yang saat ini saja sudah mencapai 67 persen dari belanja daerah.

Fraksi Partai Aceh juga menyentil kebijakan Pemkab Aceh Besar yang melakukan hitung ulang kebutuhan tenaga kontrak untuk 2018.

"Satu sisi, kami mengapresiasi kebijakan Bupati Aceh Besar yang mengkaji ulang efektivitas tenaga kontrak di Aceh Besar, namun di sisi yang lain Dinas Kesehatan malah melakukan sebaliknya," kata Zulkiram.

Baca: Mawardi Ali: Selama Ini Rekrutmen Tenaga Kontrak Dilakukan di Bawah Meja

Sebelumnya, Fraksi Partai Aceh juga menyarankan agar dana APBK-P 2017 yang sangat terbatas, diprioritaskan untuk menyelesaikan urusan-urusan wajib daerah dan program perencanaan kegiatan fisik 2018.

"Seperti halnya penyiapan DED program infrastruktur 2018," katanya.

Pantauan BERITAKINI.CO, paripurna tersebut dihadiri Sekda Aceh Besar Iskandar dan para pejabat eksekutif. Tampak juga unsur Forkopimda Aceh Besar.

Seperti diketahui, Paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi ini sejatinya telah digelar pada Kamis pekan lalu. Namun paripurna batal lantaran sebanyak 19 anggota DPRK tak hadir sehingga tak mencukupi kuorum.

Para wakil rakyat yang bolos kala itu mempertanyakan tentang status kemampuan keuangan daerah Aceh Besar yang turun ke kategori rendah.

Pada Selasa lalu, mereka telah meminta pendapat pakar Unsyiah untuk menilai seperti apa sesungguhnya kemampuan keuangan Aceh Besar.

Baca: Segini Dana TKI dan Reses Anggota DPRK Jika Aceh Besar Memiliki Kemampuan Keuangan Sedang

Hasilnya, para wakil rakyat akhirnya sepakat jika kemampuan keuangan Aceh Besar memang rendah.(*)

Komentar

Loading...