‘Diboikot’ Fraksi Aceh, Paripurna KUA-PPAS 2017 Abdya Gagal Lagi

‘Diboikot’ Fraksi Aceh, Paripurna KUA-PPAS 2017 Abdya Gagal Lagi
(Foto: BERITAKINI.CO/Muhammad Taufik)

BERITAKINI.CO, Blangpidie I Untuk kedua kalinya, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya berencana menggelar sidang paripurna pengesahan KUA-PPAS 2017, Selasa (20/12/2016). Tapi lagi-lagi, paripurna ini batal lantaran  tak mencukupi kourum seperti halnya yang terjadi pada Jumat, (16/12/2016) lalu.

Pangkal persoalannya kerena sebanyak 11 anggota dewan mayoritas dari Fraksi Aceh (Partai Aceh dan PAN) serta Partai Gerindra  “memboikot” paripurna tersebut.  Mereka masing-masing, Zulkifli Isa (ketua DPRK), Zaman Akli (Ketua Fraksi Aceh), Iskandar (Ketua komisi A), Syarifuddin B, Syarifuddin AB, Umar dan Khairuddin, Jismi (wakil ketua), Dedi Suherman dan Mahmud Hasyem, Zulkarnain alias Young Ukra (Gerindra).

Sementara anggota dewan yang hadir hanya berjumlah 14 orang. Pantauan BERITAKINI.CO, lantaran rapat tak dibenarkan menggambil keputusan, pengesahan KUA PPAS 2017 diserahkan pada pemerintah provinsi.

“Sesuai dengan aturan yang berlaku yakni penyelesaikannya diserahkan kepada gubernur Aceh,” kata Wakil ketua DPRK Abdya Romy Syah Putra selaku pimpinan sidang. Paripurna itu juga dihadiri Plt. Sekda Thamrin dan jajaran dan dari unsur  Forkopimda.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRK Abdya-Fraksi Aceh, Iskandar mengatakan, pihaknya memang sengaja tak hadir pada paripurna tersebut lantaran komunikasi dengan eksekutif selama ini berjalan tidak lancar. “Eksekutif  tidak mengakomodir kebutuhan dewan dan hal tersebut sudah sering terjadi,” kata Iskandar.

Iskandar

Menurut Iskandar, seharusnya bupati dapat mempertimbangkan keinginan dewan, karena menurutnya lembaga legislatif dikuasai oleh Partai Aceh dan bupati pun berasal dari Partai Aceh, sehingga tidak akan terjadi hal seperti ini.

"Nyoe Teungoh prang, ta muprang aju (ini sedang perang, kita berperang terus),” katanya.

Iskandar  juga mengatakan, seharusnya bupati saat ini berada di daerah, karena saat sedang bermasalah seperti ini dapat segera diselesaikan.

"Bukannya di luar (daerah),” kata Iskandar.

Rubrik

Komentar

Loading...