Dibangun Rekanan, Abutment Proyek Jembatan Kilangan di Aceh Singkil Ternyata Tak Ada Dalam Kontrak

Dibangun Rekanan, Abutment Proyek Jembatan Kilangan di Aceh Singkil Ternyata Tak Ada Dalam Kontrak

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Realisai proyek Jembatan Kilangan Ruas Jalan Trumon Batas Singkil dengan nilai kontrak Rp 11,9 miliar mendapat reaksi dari masyarakat di sana. Proyek ini dinilai dibangun asal jadi.

Warga juga sempat menguji kualitas beton, khususnya, pada item pembangunan abutment jembatan, dengan cara mencongkel. Hasilnya, di beberapa titik, beton didapati mudah rusak.

Baca: Penegak Hukum Diminta Usut Proyek Jembatan Senilai Rp 11,9 Miliar di Aceh Singkil

PT Rekayasa telah membantah proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2018 itu dikerjakan asal jadi. Mereka mengklaim telah mengerjakan proyek itu sesuai dengan spesifikasi.

Baca: Rekanan Bantah Proyek Jembatan Kilangan di Aceh Singkil Dibangun Asal Jadi

Belakangan diketahui bahwa abutment tersebut sesungguhnya tidak masuk dalam paket kontrak kerja proyek Jembatan Kilangan tahun anggaran 2018 itu.

“Jadi perkerjaan kita itu seharusnya berhenti di pilar. Jadi 100 persennya di pilar,” kata Muhajir, manajer PT Rekayasa yang merupakan rekanan proyek tersebut, Sabtu malam.

Baca: Berbiaya Miliaran Rupiah, Proyek DOKA 2018 di Singkil Terkesan Asal Jadi

Namun, Muhajir mengatakan, karena telah mendapatkan penambahan waktu selama 50 hari kalender, dia mengambil inisiatif untuk membangun abutment tersebut. Muhajir mengaku pembangunan abutment itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 1miliar.

“Namun karena sudah mendapat adendum 50 hari, dan saya juga sudah sewa ponton (tongkang) yang berakhirnya pada Januari 2019. Maka saya minta pada Pak Mawardi (Kepala Bidang Pembangunan Jembatan dan Jalan Dinas PUPR Aceh), dari pada rugi ponton saya, saya selesaikan saja lah pembangunan abutment, nanti masalah pembayaran, terserahlah Pak Mawardi bagaimana caranya, (begitu) saya bilang. Jadi saya buatlah tambahan abutment,” jelasnya.

Muhajir mengaku tak khawatir jika pembangunan abutment itu nantinya tidak dibayar oleh pemerintah. Jika dinyatakan tak sesuai, dia juga siap membongkar.

“Komitmen saya, biar lah rugi, yang penting pekerjaan selesai. Karena ini soal reputasi, soal kepercayaan. Dan saya bertanggungjawab,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...