Diajak Golkar Bahas Calon Wabup Bener Meriah Sisa Masa Jabatan, PKB dan PKS Tak Hadir

Diajak Golkar Bahas Calon Wabup Bener Meriah Sisa Masa Jabatan, PKB dan PKS Tak Hadir

BERITAKINI.CO, Redelong | DPD II Partai Golkar Bener Meriah mengundang tiga partai pengusung untuk membahas kekosongan wakil bupati Bener Meriah sisa masa jabatan 2017-2022, Rabu (11/11/2020).

Namun pertemuan yang diinisasi partai berlambang pohon beringin itu tidak dapat dilanjutkan lantaran dua pimpinan partai pengusung yakni PKB dan PKS tidak tidak memenuhi undangan tersebut.

“Sejauh ini kita tidak mengetahui alasan mereka untuk tidak menghadiri undangan dari kita, padahal undangan itu resmi. Yang hadir hari ini hanya pimpinan partai PDA,” kata Ketua DPD II Partai Golkar, M Amin kepada BERITAKINI.CO.

Segera mungkin, pihaknya nanti akan mengundang kembali kedua partai pengusung tersebut untuk segera membahas dua nama calon yang akan disampaikan ke bupati untuk diajukan ke DPRK Bener Meriah.

“Intinya kita akan berupaya mengisi kekosongan wakil bupati. Saya berharap partai pengusung lainnya juga punya inisiatif seperti Partai Golkar,” ujarnya.

Seperti diketahui, masing-masing partai pengusung berhak mengajukan calon untuk mengisi lowongnya kursi wakil bupati tersebut, setelah Sarwaki diangkat menjadi bupati karena Ahmadi ditangkap KPK dan dihukum penjara.

Partai Golkar sebelumnya telah merekomendasikan dua nama calon yakni Nurhasanah dan Dailami.

“Sebenarnya partai pengusung itu prinsipnya sama, Golkar dan PKB mengusulkan salah seorang calon yang sama yaitu Dailami, jadi kalau rekomendasi dari PKB tidak diteruskan juga tidak apa-apa, karena yang diusulkan orang yang sama,” kata Amin.

Sementara Sekretaris Partai Golkar Bener Meriah menambahkan, pertemuan tersebut sesungguhnya adalah pertemuan awal, sehingga bukan menjadi keputusan akhir.

“Kita duduk dengan partai pengusung untuk membahas siapa-siapa saja nama calon wakil bupati yang sudah mendapat rekomendasi, jadi persepsi inilah yang akan kita satukan untuk dua nama calon,” sebut Darwinsyah.

Dikatakan, jika proses pengisian wakil bupati tidak selesai hingga pada Januari 2021, maka akan dikhwatirkan Bupati Bener Meriah Sarkawi akan memimpin sendiri sampai akhir masa jabatan.

“Ini sangat membebani bupati jika sampai memimpin sendiri sampai akhir masa jabatan. Intinya maksud kita hari ini ingin duduk bersama dan musyawarah mufakat menentukan siapa dua nama calon yang akan dikirim ke meja bupati dan diteruskan ke DPRK melalui surat partai,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...