Di Hadapan Nova, DPRA: Proyek Multi Years Diduga Penumpang Gelap dalam APBA 2020

Di Hadapan Nova, DPRA: Proyek Multi Years Diduga Penumpang Gelap dalam APBA 2020

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin mengatakan, proyek multi years 2020-2022 diduga merupakan penumpang gelap dalam APBA 2020.

Proses penganggaran dengan sistem tahun jamak tersebut dinilai melanggar mekanisme peraturan perundang-undangan. 

"Pengusulan proyek ini telah ditolak sebanyak dua kali oleh Komisi IV DPRA pada 2019 lalu karena dinilai masih terdapat hal-hal yang perlu dikaji kembali sesuai peraturan perundang-undangan," kata Dahlan saat memimpin sidang paripurna dengan agenda mendengar jawaban Plt gubernur Aceh atas interpelasi DPRA, Jumat (25/9/2020).

"Namun eksekutif tetap memaksa agar proyek tersebut masuk dalam APBA 2020."

Proyek tahun jamak tersebut, kata Dahlan, tidak pernah ada dalam pembahasan APBA 2020.

Dia masuk secara tiba-tiba diakhir pembahasan atau saat menjelang pengesahan APBA 2020 didasari MoU antara pimpinan DPRA periode 2014-2019 dengan Pemerintah Aceh.

"Tanpa melalui persetujuan semua DPRA dalam rapat paripurna," katanya.

"Kami menduga proyek ini adalah penumpang gelap dalam APBA 2020."

Dahlan mengatakan, DPRA sama sekali tidak menolak rencana pembangunan, tapi ada mekanisme yang dilanggar dalam penyusunan dan penganggaran tersebut.

"Maka sudah menjadi wewenang konstitusional DPRA menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran."

Amatan BERITAKINI.CO, paripurna tersebut dihadiri langsung Nova Iriansyah untuk menyampaikan jawaban atas materi interpelasi DPRA tersebut.

Adapun kebijakan tetap menjalankan proyek pembangunan infrastruktur jalan dengan skema multi years merupakan salah satu yang diinterpelasi DPRA.

Rubrik

Komentar

Loading...