Di Aceh Tenggara, Suara Caleg PDIP Menggelembung Karena Kesalahan Input Data

Di Aceh Tenggara, Suara Caleg PDIP Menggelembung Karena Kesalahan Input Data

BERITAKINI.CO, Kutacane | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh turun ke Aceh Tenggara untuk melakukan penelusuran dugaan pengelembungan suara. Panwaslih yang diwakili oleh komisioner Nyak Arif tiba di Kutacane, Minggu (21/4/2019).

Sebelumnya, di Aceh Tenggara, muncul dugaan pengelembungan suara untuk salah satu caleg dari PDIP untuk pemilihan anggota DPRK. Penggelembungan suara diduga terjadi di Dapil IV Aceh Tenggara yang meliputi Kecamatan Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, Babul Makmur, dan Leuser.

Dugaan tersebut sempat menjadi pembicaraan hangat di media sosial, khususnya di wilayah Aceh Tenggara.

Komisioner Panwaslih Aceh bersama Panwaslih Aceh Tenggara, Minggu tadi (21/4), melakukan pemantauan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Mereka ikut memanggil sejumlah panwas tingkat desa dan saksi dari TPS yang diduga bermasalah.

Setelah serangkaian pemeriksaan, Panwaslih mengambil kesimpulan bahwa penggelembungan suara itu terjadi karena petugas KPPS tidak paham cara pengisian form C-1.

Ketidakpahaman ini membuat suara seorang caleg PDIP melambung menjadi 202 dari yang seharusnya hanya 104 suara.

"Jadi sebenarnya yang terjadi KPPS banyak tidak paham mengisi dan menginput data ke form C-1," kata anggota komisioner Panwaslih Aceh Tenggara, Riduan.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...