Dewan Ungkap TAPD Pangkas Sepihak Belanja SKPK, Sekda Pidie Meradang

Dewan Ungkap TAPD Pangkas Sepihak Belanja SKPK, Sekda Pidie Meradang

BERITAKINI.CO, Sigli | Rapat dengar pendapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pidie terkait kesiapan anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 berlangsung tegang, Kamis (18/6/2020).

Pasalnya, Banggar DPRK Pidie mengungkap bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan pemotongan anggaran belanja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) secara sepihak, tanpa diketahui SKPK terkait.

Kondisi tersebut disampaikan dewan setelah mereka menerima keterangan dari kepala SKPK yang dipanggil satu hari sebelumnya.

Amatan BERITAKINI.CO, Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail yang memimpin jalannya rapat dengan TPAD tersebut terdengar sesekali menaikkan volume suaranya.

Ketegangan bermula saat Ketua Komisi V DPRK Pidie, Abdullah Ali melempar sebuah contoh tindakan pemotongan kegiatan SKPK secara sepihak oleh TAPD.

Ia mencontohkan satu item kegiatan pelatihan guru yang berjenjang di Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie dipotong seluruhnya, sementara sebagian kegiatan pelatihan tersebut sudah berjalan.

"Mestinya jangan dipotong seluruhnya, misalnya disisakan sekitar Rp 200 juta untuk membayar kegiatan yang sudah dilakukan," Abdullah Ali.

Ternyata pernyatakan itu membuat Sekretaris Daerah (Sekda)  Pidie, Idhami tampak meradang. Dia pun meminta dewan untuk menghadirkan SKPK dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Ridwandi ke ruang rapat tersebut, agar tidak terjadi tudingan dan saling menyalahkan.

"Panggil kelapa dinas, jangan bicara yang bukan-bukan di luar. Biar saya jelaskan semua, coba kita liat siapa benar," kata Idhami dalam bahasa Aceh.

Soal kegiatan di Disdik Pidie, Idhami mengaku sangat paham. Apalagi dia pernah menjadi Kadisdik Pidie sebelum dilantik menjadi sekreteris daerah, sehingga pemotongan kegiatan SKPK dilakukan dengan sangat selektif.

"Soal pemotongan anggaran SKPK, saya yang bertanggung jawab. Tidak ada tindakan semena-mena dari Bappeda dan Badan Keuangan," kata Idhami.

Ia menyambut baik setiap masukan yang disampaikan dewan, sebagai bahan perbaikan di kemudian hari. Namun ia mengharapkan agar dewan menyampaikan secara bijak dan tidak berlebihan.

"Kami punya perasaan. Kami TAPD bekerja siang malam, sama seperti anggota dewan juga," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...