Dewan Sorot Pengadaan Sapi DOKA di Aceh Tenggara

Dewan Sorot Pengadaan Sapi DOKA di Aceh Tenggara

BERITAKINI.CO | Pengadaan ternak sapi dengan pagu Rp 3,6 miliar di Dinas Peternakan Provinsi Aceh, mendapat sorotan dari Ketua DPRA, Tgk Muharrudin. Dia meminta SKPA di Aceh Tenggara untuk memperhatikan spek harga sapi bantuan tersebut.

“Kita mendorong untuk memperhatikan spek harga yang telah ditentukan, sehingga pengadaan sapi tersebut mengacu kepada spesifikasi yang telah ditentukan,” kata Tgk Muharuddin, Selasa (23/10/2018).

Tidak hanya itu, Ketua DPR Aceh juga meminta pada rekanan proyek CV Nailul Putrisari, terutama PPTK untuk memantau pengadaan lembu betina ini. Agar bantuan yang menghabiskan miliaran uang rakyat, penyalurannya sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran.

“Maka perlu peran aktif dinas terkait ini yang terutama,” kata Muhar.
Diketahui, tahun ini Provinsi Aceh melalui satuan kerja Dinas Peternakan Aceh, mengabiskan Rp 7 miliar Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) untuk pengadaan ternak di Aceh Tenggara.

Seperti pengadaan ternak sapi dengan pagu mencapai Rp3,6 miliar dimenangkan CV Nailul Putrisari, kode lelang 16912106, pengadaan bibit sapi untuk kelompok Tani Hoya, Desa Lawe Sumur Babul Rahmah, nilai pagu paket Rp 450 juta diemangkan CV Intan Ramadhina.

Serta pengadaan kambing betina Rp 2,511 miliar dimenangkan CV Sarasindo, kode lelang 17421106, dan pengadaan kambing jantan, Rp 489 juta, CV Raja Inton, semuanya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Aceh tahun 2018.

Selain ternak, DOKA tahun ini juga dianggarkan untuk pembangunan kandang sapi sebesar Rp 500 juta, dimenangkan CV Titik 8 Contruction, dan Pengadaan obat-obatan hewan Rp 350 juta , dikerjakan oleh Saudagar Tamiang CV.

24 ekor dari 40 lembu betina bantuan Dinas Peternakan Aceh, sumber angaran DOKA tahun 2018 tidak diterima pihak Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

Pasalnya, bantuan yang disalurkan dari seharusnya 300 ekor peruntukan untuk 30 kelompok ternak, tidak sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

“Yang masuk dalam spesifikasi hanya 16 ekor sementara 24 ekor lainnya kita tolak,” jelas Kadis Pertanian Asbi SP.

Asbi menjelaskan, spesifikasi sesuai dikontrak, sapi tersebut harus mempunyai tinggi minimal 110 cm, terkait spek harga satuan per satu ekor sapi, kepala dinas mengaku tidak mengetahuinya.

“Tim dari provinsi telah menjumpai kita, dan dilakukan Serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over (PHO) antara Kontraktor Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang 16 ekor ini sementara yang 24 ekor kita kembalikan,” tuturnya.

Adapun 16 ekor yang diterima telah diserahkan kepada kelompok penerima manfaat di Desa Mendabe, Kecamatan Badar serta satu kelompok di Batu Mbulan. Untuk satu kelompok mendapatkan 10 ekor.

“Untuk kelompok di Batu Mbulan kekurangan 4 ekor akan ditambahkan lagi bila telah datang tahap selanjutnya,” terangnya lagi.

Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim juga mengingatkan kepala Dinas Aceh Tenggara untuk menyetop penyaluran sapi DOKA tahun 2019.

Langkah tersebut diambil karena proyek pengadaan sapi menghabiskan angaran DOKA mencapai Rp 3,6 miliar, Dinas Peternakan Aceh diduga tidak sesuai spesifikasi.
Bahkan 40 ekor dari 300 sapi betina bantuan Dinas Peternakan Provinsi Aceh, memiliki postur badan kecil dan kurus.

“Jangan salurkan dulu sebelum melihat kontraknya,” tegas Bupati Raidin.

Tindakan itu diambil bupati, karena dikhawatirkan proyek tersebut akan bermasalah dikemudian hari.

Rubrik
Sumber
JPNN.COM

Komentar

Loading...