Bupati Lantik Dirut BUMD Singkil, Dewan: Menabrak Aturan

Bupati Lantik Dirut BUMD Singkil, Dewan: Menabrak Aturan

BERITAKINI.CO, Singkil | Anggota DPRK Aceh Singkil Frida Siska Sihombing menilai, proses pemilihan dan pelantikan Yarwin Adi Dharma sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh Singkil cacat hukum, karena menabrak Qanun Aceh Singkil Nomor 5 Tahun 2014.

Pasal 15 huruf e Qanun Aceh Singkil Nomor 5 Tahun 2014 tentang syarat menjadi direktur utama, kata dia, jelas menyebutkan bahwa calon dirut harus mempunyai pengalaman minimal 5 tahun di perusahaan dan dibuktikan (referensi) dari perusahaan tersebut serta penilaian baik.

“Setahu saya, Yarwin sejak tamat kuliah tidak pernah memimpin perusahaan, tapi menghabiskan waktunya sebagai penyelenggaraan pemilu. Ini perlu dipertanyakan dan dijelaskan oleh panitia seleksi, sehingga tetap dinilai profesional dalam perekrutan ini,” kata Frida.

Bupati Aceh Singkil Dulmusrid memang telah melantik Yarwin Adi Dharma sebagai dirut BUMD, Senin (12/11/2018) di Aula Setdakab setempat.

Yarwin merupakan satu dari lima nama yang lolos seleksi direksi BUMD dan hasil itu diserahkan tim seleksi kepada badan pengawas dan bupati Aceh Singkil.

Pada 28 Oktober, Yarwin Adi Dharma ditetapkan sebagai dirut BUMD karena memiliki nilai tertinggi dari empat pesaingnya yakni, Wardin, Nendi, Budi Anto, dan Abdullah Berutu.

Selain menabrak qanun, kata Frida, saat ini Kabupaten Aceh Singkil juga belum memiliki qanun pendirian BUMD. Sehingga, pembentukkan BUMD tersebut juga menabrak qanun perusahaan daerah dan PP 54 2017 tentang BUMD.

“Qanun perusahaan daerah ada, tapi sudah tidak relevan lagi dengan PP 54. Sehingga, perekrutan direktur BUMD belum ada dasar hukumnya. Karena harus menyebutkan nama, alamat, jenis usaha BUMD yang dibentuk. Jadi kalau dianggarkan dana atau diberikan penyertaan modal, jelas ini melanggar aturan keuangan nanti," terang Frida.

Sekretaris penerimaan seleksi direksi BUMD Aceh Singkil, Syafrinal mengatakan saat proses pendaftaran berlangsung pihaknya tidak ada menerima pemberitahuan yang menyebutkan bahwa calon dirut harus mempunyai pengalaman minimal lima tahun di perusahaan dan dibuktikan (referensi) dari perusahaan tersebut serta penilaian baik dari yang bersangkutan.

"Kami tidak ada menerima itu, karena kami hanya melihat berkas secara umum," katanya.

Panitia, kata Syafrinal, hanya menerima berkas visi misi dan pemaparannya diuji oleh tiga orang penguji yakni Dekan Universitas Muhammadyah (UNMUHA) Banda Aceh, Sekda Aceh Singkil dan penguji lain dari Dinas Keuangan Kabupaten Aceh Singkil.

“Setelah melaksanakan serangkaian penilaian, dari lima orang itu nama Yarwin Adi Dharma peserta yang memiliki nilai tertinggi 88,5. Kemudian panitia langsung mengusulkan ke Badan pengawas dan bupati pada 28 Oktober,” kata Syafrinal.

Terpisah, Sekda Aceh Singkil Azmi saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Azmi hanya mengatakan, terpilihnya Yarwin Adi Dharma sebagai dirut BUMD Aceh Singkil berdasarkan nilai tertinggi.

“Empat orang lain itu nantinya akan diajukan oleh direktur yang dilantik ke badan pengawas untuk menjadi pengurus BUMD rekan kerjanya. Demikian saya dapat infonya,” kata Azmi yang mengaku sedang berada di luar kota.

Komentar

Loading...