Dewan PNA Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Samsul Ma’rifah Al-Aziziah

Dewan PNA Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Samsul Ma’rifah Al-Aziziah

BERITAKINI.CO, Sigli | Sejumlah anggota DPRK Pidie dari Fraksi Partai Nanggoe Aceh (PNA) menyerahkan bantuan kepada ratusan santri yang mondok Dayah Samsul Ma’rifah Al-Aziziah, Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Seperti diketahui, selain menghanguskan balai pengajian dan bilik santri, peristiwa kebakaran pada 2 Oktober 2020 lalu juga melahap kitab dan sejumlah barang milik santri.

“Sehingga diharapkan bantuan itu bisa meringankan beban para santri untuk mencukupi kebutuhan pagan,” kata anggota DPRK Pidie, Tgk Mansur, kemarin.

Mansur menuturkan bahwa perlu perhatin lebih dari pemerintah daerah terhadap keberlangsungan dayah yang dipimpin Tgk M Jafar tersebut.

Terutama untuk sarana dan prasarana penunjang bagi ratusan santri yang menetap di dayah tersebut, seperti penginapan, balai pengajian dan dan mushalla.

Apalagi setelah diamati di lokasi, banyak santri masih menempati bangunan gubuk yang dibuat dari triplek dan sambugan puntungan papan.

Bangunan yang hanya berukuran kurang dari empat meter persegi tersebut dihuni dua hingga tiga santri.

“Para santri butuh bilik yang memadai, apalagi kabarnya dayah tersebut menampung banyak santri dari luar daerah,” kata Tgk Mansur yang dimpangi dewan PNA lain, Zulfazli, Tgk Khaizir dan Muhammad Nur.

Pimpinan Dayah Samsul Ma’rifah Al-Aziziah Tangse, Tgk M Jafar menyebutkan, gubuk penginapan satri merupakan hibah dari keluarga yang mengantar anaknya untuk menuntut ilmu di dayah tersebut.

Sebab, sejak awal santri diantar keluarganya, pihak dayah sudah menyampaikan bahwa tempat penginapan satri terbatas.

Jika tetap ingin menitip anaknya, keluarga perlu membangun sendiri tempat penginapan (bilik).

“Dan biasanya, para orang tua santri saling patungan membangun bilik untuk anaknya agar tetap bisa belajar di dayah tersebut,” ujar Tgk M Jafar.

Ia menambahkan, jumlah satri di dayah tersebut mencapai 500 orang, karena selain menimba ilmu dayah, para sentri sekaligus bia mengenyam pendidikan akademik lewat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

“Banyak juga santri dari luar daerah, bahkan ada yang dari Jakarta dan kita terus berbenah. Apalagi ada harapan kami bisa kedepan mendirikan kampus di sini (Tangse), seperti di Bandung,” harapnya, “perlu dukungan dari semua pihak,” kata Tgk M Jafar.

Rubrik

Komentar

Loading...