Dewan Pidie: Lelang Jabatan Harus Utamakan Profesionalisme

Dewan Pidie: Lelang Jabatan Harus Utamakan Profesionalisme
ILUSTRASI NET

BERITAKINI.CO, Sigli | Anggota DPRK Pidie Isa Alima, berharap lelang jabatan yang tengah dilakukan Pemkap Pidie untuk mencari kepala dinas di delapan SKPK dilakukan sesuai aturan, transparan, dan mengedepankan profesionalisme.

Sehingga, pejabat eselon II yang akan mengisi jabatan kepala dinas itu benar-benar sesuai dengan kemampuan dan keahlian di bidangnya.

Tujuannya, agar target-target yang ditentukan dalam visi misi daerah bisa lebih cepat tercapai.

“Penempatan pejabat eselon II harus yang profesional, sehingga mereka mempu manjalankan aturan atau juklak dalam proses kegiatan di dinas,” kata Isa Alima kepada BERITAKINI.CO, Minggu (4/11/2018).

Baca: Pemkab Pidie Lelang Delapan Jabatan Eselon II

Dalam proses penyeleksian tersebut, kata Isa, Panitia Seleksi (Pansel) harus memegang konsep penyeleksian sesuai dengan Undang-Undang ASN.

Pansel juga harus memiliki integritas, komitmen dan benar-benar melakukan penyeleksian dengan profesional.

“Jangan malah pejabat yang dilantik nantinya menambah runyam dan hasil seleksi ini juga mempertaruhkan reputasi tim seleksi," kata Isa Alima.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Pidie melelang delapan jabatan struktural eselon II secara terbuka untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Proses pendaftaran mulai dibuka sejak tanggal 1 hingga 19 Oktober 2018 di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Pidie.

Delapan jabatan eselon II yang dilelang yakni, Asisten Adminitrasi Umum Setdakab, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP), Dinas Pendidikan Dayah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie.

Saat ini, ada 53 nama calon pejabat yang sudah dinyatakan lulus administrasi, mereka juga sudah menyelesaikan rangkain tes yang dilaksanakan Panitia Seleksi (Pansel) di Kantor Diklat Pidie pada akhir September 2018 lalu.

Mereka masih menunggu hasil tes dari lima Pansel, yakni Ketua Tim Pansel, Sekda Pidie, Muliyadi; guru besar UIN Ar-raniry Banda Aceh, Prof Dr Samsul Rizal Mag; guru besar Unsyiah Banda Aceh, Prof Dr Abubakar Karim; dosen Unsyiah Banda Aceh, Dr Mukhlis Yunus; dan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pidie, Mukhlis SSos MSi.

Rubrik

Komentar

Loading...