Dewan Minta Pemerintah Aceh dan Pemkab Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo Rp 1 Triliun  

Dewan Minta Pemerintah Aceh dan Pemkab Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo Rp 1 Triliun  
Wakil Ketua Komisi C DPRK Bener Meriah Andi Sastra

BERITAKINI.CO, Redelong | Wakil Ketua Komisi C DPRK Bener Meriah Andi Sastra mendesak pemkab dan Pemerintah Aceh merealisasikan dana satu triliun yang disiapkan Presiden Jokowi untuk membeli kopi gayo.

Menurutnya, puncak panen raya kopi akan berlangsung pada pada Oktober 2020 mendatang.

Diperkirakan, harga saat itu akan anjlok lantaran kran eskpor kopi belum dibuka akibat pandemi.

“Keadaan petani kopi sangat memperhatikan, belum sejahtera akibat pandemi. Kami harap pemkab dan pemprov dapat memperhatikan keadaan ini sehingga harga kopi dapat distabilkan,” kata Andi Sastra, Selasa (15/9/2020).

Hal yang sama juga telah disampaikan Andi Sastra dalam pandangan umumnya saat sidang paripurna Pembahasan KUA-PPAS Perubahan 2020 di Gedung DPRK setempat, Senin, 14 September 2020.

“Pemerintah harus bergerak cepat, ini menyangkut nasip petani kopi. Hampir 80 persen petani di Gayo bergantung kepada hasil kopi mereka. Pemkab dan Pemprov Aceh harus secepatnya pertanyakan dana satu triliun itu,” ujar kata politisi Hanura ini.

Sementara menjawab pandangan umum Andi Sastra tersebut, Bupati Bener Meriah Sarkawi mengatakan, sampai saat ini pihak pusat belum memberikan konsep yang jelas skema realisasinya.

“Bapak Presiden sudah menghubungi Antony Salim (Salim Group) untuk penampungan kopi Gayo. Tapi skemanya sampai sekarang belum jelas, apakah nanti menggunakan swasta nasional, menggunakan BUMN, apakah nanti menggunakan bantuan APBN,” sebut Sarkawi.

“Begitu juga skemanya mungkin dengan cara mensubsidi para pedagang, atau dengan cara menampung barang. Tapi pembicaran pak Plt gubernur dengan Presiden belum sampai sedetil itu.”

Selain itu, kata dia, pihaknya sudah menyurati Presiden Jokowi melalui Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dua pekan lalu.

“Kami surati pak Presiden agar secepatnya dikongkritkan, mengingat puncak panen raya kopi arabika gayo akan segera tiba,” katanya.

Diakuinya, saat ini ribuan ton kopi sudah menumpuk di berbagai gudang di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Ia berharap, semua pihak baik eksekutif dan legislatif agar dapat membentuk tim untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi para petani kopi saat ini.

Lihat: Plt Gubernur Aceh Melobi, Presiden Janji Beli Kopi Gayo

Pihak kita juga sudah membicarakan persoalan ini dengan ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) dan ini memang masalah yang cukup sulit. Kita harus bersama-sama menghadapi kondisi masyarakat saat ini,” katanya.

“Kami juga berharap saran dan ide dari semua pihak untuk permasalahan ini.”

Ihwal janji Presiden membeli kopi Gayo Rp 1 triliun ini juga pernah diungkapkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Juli 2020 lalu.

Kala itu, Nova berbagi cerita sukses melobi Presiden Joko Widodo untuk membeli komoditi kopi gayo.

Dalam pertemuan di Jakarta dengan presiden, Nova mengatakan Jokowi menjanjikan untuk membeli produk utama perkebunan dataran tinggi gayo yaitu kopi, baik melalui skema BUMN ataupun swasta. | Eri Tanara

Rubrik

Komentar

Loading...