Demi Biaya Melahirkan Istri, Pria Aceh Utara Nekat Bawa 1,2 Kg Sabu ke Palembang

Demi Biaya Melahirkan Istri, Pria Aceh Utara Nekat Bawa 1,2 Kg Sabu ke Palembang
Tiga tersangka diamankan di kantor polisi.(Foto: Sripoko.com)

BERITAKINI.CO | Nazarudin (25), warga Gampong Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, ditangkap petugas ketika berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Ia ditangkap saat berusaha menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 1,2 kilogram dari Batam ke wilayah Sumatera Selatan, dengan menggunakan maskapai penerbangan Lion Air.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Parman mengatakan, narkoba itu ditemukan dalam kardus yang dibawa Nazarudin, yang diselipkan di dinding kardus dan ditutupi makanan ringan.

"Kita mendapatkan informasi jika akan ada transaksi. Ketika Nazarudin turun dari pesawat dari Batam, langsung dilakukan penggeledahan barang yang ia bawa. Sabu tersebut diselipkan di dinding kardus dan ditutupi makanan ringan," kata Parman, saat gelar perkara, Selasa kemarin (6/11/2018).

Petugas juga menangkap dua rekan Nazarudin yang lain yakni M Adi Ariansyah (34) dan M Liberta Pratama (24).

Parman menyebut, Nazarudin membawa sabu itu dari Batam untuk diserahkan kepada tersangka Adi Ariyansyah. Sementara, Liberta diketahui adalah bandar narkoba yang ada di Palembang.

"Ketika barang diserahkan Nazarudin kepada Adi, kita langsung menangkapnya. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata sabu itu akan diserahkan kepada Liberta. Untuk Liberta ditangkap di kediamannya," ujarnya.

Sementara, Nazarudin mengaku hanya menjadi kurir dan mendapatkan upah Rp10 juta dari Din (DPO) yang tinggal di Batam.

"Baru sekali saya kerja begini karena istri mau lahiran," ucap Nazarudin.

Sedangkan Adi, warga Jalan Balap Sepeda, Lorong Muhajirin, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, mengaku, mendapatkan upah Rp 2 juta dari Liberta untuk mengambil sabu yang dibawa Nazarudin.

"Saya sudah dua kali semuanya disuruh Liberta," aku Adi.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Rubrik
Sumber
KOMPAS.COM

Komentar

Loading...