Dayah di Aceh tak Produksi Radikalisme

Dayah di Aceh tak Produksi Radikalisme

BERITAKINI.CO | PB Inshafuddin menggelar Seminar Ulama Dayah Inshafuddin dengan tema “Peran Ulama Dalam Merespons Persoalan Ummat Menuju Negara Sejahtera dan Bermartabat” di Hotel Daka Lamprit Banda Aceh, Jumat (26/10/2018) malam.

Ketua Panitia Drs Tgk H Abdullah Usman mengatakan, seminar yang diikuti oleh 100 orang peserta dari Pengurus Besar Inshafuddin seluruh Aceh ini berlangsung selama 2 hari dari atau hingga 27 Oktober 2018.

Turut diundang sejumlah pemateri berkompeten di antaranya Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny SAg MM dengan materi “Dayah di Aceh Tidak Memproduksi Radikalisme”, Prof Dr HM Hasbi Amiruddin MA dengan materi “Peran Ulama dalam Pengembangan Syariat Islam dan Menangkal Paham Radikalisme di Aceh”,  Kanwil  BPN Aceh Saiful S.P M.H dengan materi “Percepatan Sertifikasi Tanah Waqaf di Aceh”, Pangdam Iskandar Muda dengan materi “Terorisme dan Pencegahan nya di Indonesia”, dan Drs Tgk HM Daud Hasbi MAg dengan materi “Tradisi Pelarangan Kekerasan di Dayah”.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh Usamah El-Madny yang membuka acara seminar dan juga sekaligus menjadi pemateri dalam acara ini menyampaikan bahwa Dayah di Aceh tidak pernah memproduksi radikalisme.

Dayah di Aceh selalu berkonsentrasi untuk melahirkan ulama-ulama sebagai penerang umat yang berlandaskan Ahlul Sunnah Wal Jamaah.

Dalam sejarah Islam di Aceh, Dayah memiliki peranan besar membangun masyarakat yang berbudaya dan berperadaban. Begitu fenomenalnya, sehingga banyak peneliti dunia yang melakukan riset tentang dayah di Aceh.

Semua penelitian itu selalu memperkuat fakta, bahwa Dayah merupakan lembaga pendidikan yang sudah menyatu dalam segenap dimensi kehidupan masyarakat Aceh. Pada tataran teritorial, ekspansi dayah bahkan sudah mencapai skala internasional.

“Meski tetap mempertahankan sistem belajar tradisional, kenyataannya sudah banyak alumni dayah yang sukses berkiprah dalam berbagai aktivitas masyarakat Aceh,” kata Usamah.

Berkat dorongan ulama-ulama kharismatik Aceh dan menjawab tingkat keseriusan Pemerintah Aceh terhadap pentingnya pendidikan dayah, maka sejak 2008 Pemerintah Aceh mendirikan badan khusus menangani dayah yang kini sudah menjadi Dinas Pendidikan Dayah.

“Dengan adanya lembaga ini kita harapkan perkembangan dayah meningkat ke arah yang lebih baik dan eksistensi dayah tidak lekang ditelan zaman,” katanya.

Selain itu Usamah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh melalui Program Aceh Meuadab, berkomitmen untuk mengembalikan khittah Aceh sebagai Serambi Mekkah melalui implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya melalui penguatan pendidikan yang berbasis nilai-nilai moral dalam setiap tingkatan pendidikan.

“Kami sangat yakin, alumni DAYAH dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian visi tersebut. Sehingga semangat dan komitmen kita untuk memajukan pendidikan dayah di Aceh bisa tercapai dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita masyarakat Aceh,” tutup Usamah.

Turut hadir dalam acara pembukaan seminar di antaranya Katibul Wali Nanggroe Drs Syaiba Ibrahim, Ketua Umum PB Inshafuddin Drs Tgk H Daud Hasbi MAg, Kakandepag Kota Banda Aceh Asyari, Kadis Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh Tarmizi Daud, Kabid SDM Dinas Pendidikan Dayah Aceh Mustafa SSos MSi dan para tamu undangan lainnya. (Adv)

Rubrik

Komentar

Loading...