Dari LP Kajhu, Napi Ini Kendalikan Pemerasan Terhadap Pelajar di Kota Banda Aceh

Dari LP Kajhu, Napi Ini Kendalikan Pemerasan Terhadap Pelajar di Kota Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh mengungkap kasus pemerasan yang dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) yang sedang menjalani hukuman di Rutan Kelas II B Kajhu, Aceh Besar.

Pria itu adalah RJ (23) alias Koko napi kasus penjambretan, penganiayaan, dan pencurian. Dia mengendalikan pemerasan dengan memanfaatkan kawan-kawannya untuk memeras seorang pelajar salah satu sekolah di Banda Aceh berinisial MP.

“Korban mendapat ancaman dari pelaku RJ yang dikenalnya melalui media sosial Instagram dan berlanjut ke WhatsApp meminta sejumlah uang kepada korban,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufiq, Jumat, (7/2/2020).

Karena RJ alias Koko merasa targetnya sudah masuk ke dalam perangkap, pelaku meminta bantuan rekannya RA, menjadi kaki tangannya untuk mengambil uang dari korban.

Korban yang merasa terancam jiwanya, berupaya memenuhi permintaan tersangka untuk menyerahkan uang.

Namun, niat korban menyerahkan uang kepada tersangka RA (kaki tangan) tersangka RJ alias Koko terendus oleh rekan-rekan korban, sehingga upaya tindak pidana yang dilakukan tersangka itu pun terendus oleh personel Unit Tipiter Satreskrim yang langsung meringkus RA.

“Pelaku RJ alias Koko dengan korban belum pernah bertemu. Namun mereka saling mengenal melalui media sosial dan sudah saling mengetahui nomor handphone,” ucap Kasat Reskrim.

Taufik mengungkapkan dalam kasus ancaman tersebut, apabila korban tidak memenuhi permintaan dari pelaku RJ alias Koko, maka tersangka mengancam akan memukul korban, apabila sewaktu-waktu keduanya berjumpa. Korban yang merasa jiwanya terancam dan menjadi ketakutan, sehingga berupaya  memenuhi kehendak dari pelaku.

Rencana Penyerahan Uang

Kasat Reskrim AKP Taufiq menerangkan pelaku RJ alias Koko memerintahkan RA untuk mengambil uang dari korban di sekitar sekolahnya.

Pada saat itu korban sudah mempersiapkan sejumlah uang yang diminta ke dalam sebuah amplop. Pada saat tersangka RA menjumpai korban, pada saat itulah personel opsnal Unit Tipiter yang melakukan pengintaian langsung meringkus tersangka.

Dari penangkapan itu petugas mengamankan barang bukti berupa satu handphone dan uang senilai Rp 400 ribu.

Selain itu, tambah Taufik, dari beberapa kejadian pelaku telah banyak menerima uang dari beberapa korban, jika diakumulasi sudah mencapai Rp 2 juta lebih.

Karena perbuatannya itu, pelaku pun akan dijerat dengan Pasal 45 ayat 4 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Rubrik

Komentar

Loading...