Dapat Asimilasi Covid-19, 16 Napi Langsung Sujud Syukur di Rutan Kajhu

Dapat Asimilasi Covid-19, 16 Napi Langsung Sujud Syukur di Rutan Kajhu

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sebanyak 16 narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh di Kajhu, Kabupaten Aceh Besar, melakukan sujud syukur serentak setelah mereka mendapatkan SK asimilasi di mana mereka akan keluar dari penjara tersebut, Rabu (3/2/2021).

Asimilasi diberikan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Amatan BERITAKINI.CO, para napi melakukan sujud syukur di depan pintu utama Lapas Kelas IIB Banda Aceh tersebut.

Setelah melakukan sujud syukur, sejumlah napi bertaburan kembali menghampiri keluarganya.

Sebahagian dijemput oleh keluarga kerabat dan teman, sebahagian lagi pulang dengan berjalan kaki dan menumpang mobil angkutan umum.

Kepala Lapas Kelas II A Banda Aceh Irhammuddin mengatakan pihaknya akan terus memantau gerak para narapidana yang mendapat asimilasi tersebut. Di antaranya dengan berkoordinasi dengan kepala desa di masing-masing tempat para narapidana.

Dan jika ada pelanggaran, maka para napi yang akan kembali dijemput untuk melanjutkan sisa masa tahanan di lapas Kelas IIB Banda Aceh

"Untuk mencegah penyebaran Covid-19 kami bebaskan sebanyak 16 orang, tapi bukan bebas begitu saja, kita juga pantau mereka selama berbaur dengan masyarakat nantinya,” kata Irhammuddin.

Irdham menjelaskan, selain untuk mengurangi penyebaran Covid, asimilasi ini juga salah satu bentuk upaya untuk mengurangi kapasitas kepadatan dari lapas.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Tahanan Kesehatan Rehabilitas Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan Keamanan Kementerian Hukum dan HAM

Wilayah Aceh Jefri Purnama mengatakan, warga binaan yang dibebaskan tersebut merupakan warga binaan yang tersandung kasus narkoba dan pidana umum.

"Rata-rata dari mereka kasus pidana umum dan narkotika yang menjalankan masa tahanan di bawah lima tahun," kata Jefri.

Jefri mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparatur tempat narapidana itu tinggal.

"Kita harapkan nanti warga binaan ini akan tetap berkomunikasi dengan kami serta warga setempat yang dipantu oleh tim Penyidik Kemasyarakatan (PK) dari Lembaga Kemasyarakatan," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...