Dana Insentif Nakes Covid-19 RSUD Muyang Kute Belum Dibayar

Dana Insentif Nakes Covid-19 RSUD Muyang Kute Belum Dibayar

BERITAKINI.CO, Redelong | Puluhan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah belum menerima dana insentif Covid-19.

Sumber media ini menyebut, puluhan nakes tersebut bekerja di bagian penanganan Covid-19 terhitung sejak Maret 2020 lalu.

Menurutnya, sejak Maret hingga Juli 2020 lalu, nakes yang bekerja di bagian penanganan Covid-19 tersebut dibayar Rp 100 ribu per shift.

“Kemudian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peraturan baru, di Agustus 2020 kami mendapat insentif dari pemerintah dan masuk ke rekening pribadi masing-masing setiap nakes penanganan Covid-19,” katanya, Kamis (8/4/2021).

“Kalau saya mendapat Rp 7,5 juta dan itu bervariasi antara perawat, dokter dan dokter spesialis. Sementara itu sudah dibayarkan.”

Namun terhitung sejak September hingga Desember 2020, kata sumber tadi, puluhan nakes RSUD Muyang Kute belum menerima insentif tersebut.

“Kalau mulai Januari 2021, kami tidak tahu mendapatkan insentif atau tidak. Tapi kalau bulan September hingga Desember 2020 data kami pernah diminta untuk penerima insentif tersebut,” ungkapnya.

Sumber media ini juga mengatakan, beberapa waktu lalu sejumlah nakes penanganan Covid-19 RSUD Muyang Kute sudah pernah mempertanyakan hal tersebut kepada pihak rumah sakit.

“Kata pihak yang membidangi masalah pendataan ini, data kami sudah di kirim ke pusat, tapi dana itu katanya sudah alihkan, entah benar atau tidak saya tidak tahu,” katanya.

“Namun, dari pengakuan pihak rumah sakit, Pemkab Bener Meriah saat ini sedang berusaha mencairkan dana tersebut. Padahal, kami tanya di kabupaten lain, mereka baru-baru ini sudah menandatangani daftar penerimaan insetif tersebut.”

Kabid Pelayanan RSUD Muyang Kute Bener Meriah Evi Syahrina Wati saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO membenarkan jika puluhan nakes bagian penanganan Covid-19 di rumah sakit belum menerima insentif tersebut.

“Memang iya, dari September 2020 hingga sekarang insentif mereka belum diberikan. Namun sejauh ini kita sudah mengusulkan nama mereka ke pusat,” katanya.

Evi Syahrina Wati juga mengatakan, dana insentif tersebut juga sebenarnya sudah dianggarkan, namun tidak dapat dicairkan lantaran tidak mencukupi sesuai data yang diajukan.

“Persoalan ini juga sudah kita sampaikan kepada pak Wakil Bupati Bener Meriah saat mengunjungi rumah sakit beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya sedang menunggu arahan dari Pemkab Bener Meriah tentang pencairan dana insentif tersebut.

“Intinya ini sedang diproses dan sedang menunggu arahan dari pimpinan. Dana insentif yang belum dicairkan tidak sampai Rp 2 miliar,” tutupnya.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...