Dalih Beli Alquran, Penceramah Ini Justru Gunakan Dana Sumbangan untuk Biaya Liburan

Dalih Beli Alquran, Penceramah Ini Justru Gunakan Dana Sumbangan untuk Biaya Liburan

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Seorang pria berinisial MS (28) diamankan Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe atas dugaan melakukan penipuan dengan dalih meminta sumbangan untuk pembelian Alquran bagi para muallaf. MS ditangkap polisi pada 10 Juli 2018 kemarin.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Budi Nasuha Waruwu mengungkapkan, tersangka merupakan warga Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Dia diamankan setelah adanya laporan dari masyarakat terkait seorang ustad mualaf, yang diduga menipu jamaah dakwah di Masjid Baiturrahman dan Masjid Al Azhar, Gampong Pusong, Lhokseumawe.

"Yang mana MS meminta sumbangan kepada jamaah dengan tujuan tersangka akan membeli Alquran, yang nantinya akan diserahkan kepada para muallaf," ungkapnya.

Mendapat informasi tersebut, personel Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe melacak keberadaan MS.

Saat itu diketahui tersangka sedang berada di Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe mengisi kegiatan ceramah.

Usai mengisi ceramah, petugas pun langsung mengamankan tersangka.

"MS dilaporkan jamaah berdasarkan laporan bernomor LP/341/VII/2018/Aceh/Res Lhokseumawe tentang dugaan penipuan," ujar Budi.

Kasat Reskrim mengungkapkan kasus ini bermula pada Minggu (8/7/2018) lalu, sewaktu pelapor mendengar ceramah MS usai pelaksanaan salat subuh.

Adapun isi dari ceramah ustad tersebut yaitu mengimbau tentang bahayanya permurtadan.

Usai ceramah, MS mengajak para jamaah menyumbangkan dana untuk pembelian Alquran.

Alquran tersebut disebutkan akan disumbangkan kepada para muallaf. Sumbangan itu bisa diberikan secara langsung atau dikirim melalui rekening ustad yang bersangkutan.

Keesokan harinya, pelapor mengirimkan sumbangan uang sebesar Rp600 ribu ke rekening yang dimaksud untuk sumbangan melalui mobile banking.

"Setelah mengirim uang tersebut, pelapor merasa curiga dan mendapat informasi bahwa uang itu digunakan untuk pribadi," jelas Budi.

"Hasil pemeriksaan di Sat Reskrim terhadap pelaku, ianya mengaku bahwa sudah 6 bulan melakukan kegiatan ceramah sambil meminta sumbangan uang dari masjid ke masjid," kata Budi lagi.

Kepada pihak kepolisian, MS juga mengaku uang sumbangan itu digunakan untuk pribadi.

Tersangka bahkan mempergunakan uang tersebut untuk berlibur ke Bali bersama keluarga. Sebagian sumbangan juga telah dipakai untuk pembayaran uang liburan ke Singapore via travel, membayar uang DP mobil kredit, serta membeli beberapa handphone.

"Aksinya telah dilakukan di sejumlah daerah seperti, Medan, Langsa, Idi Rayeuk, dan beberapa daerah lagi," ujar Kasat Reskrim.

Beberapa barang bukti yang disita bersama MS berupa 1 unit mobil Innova warna hitam, 1 unit mobil avanza warna putih, 1 unit Hp merk Samsung tipe S9, dan uang sebesar Rp 9 juta.

Polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit kamera merk Fuji Film, satu bundel blanko untuk para penyumbang, satu lembar ATM BRI, dan beberapa buah buku hasil karangan tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Lhokseumawe guna proses penyidikan.

Rubrik

Komentar

Loading...