Cuma Dapat Rp 90 Miliar dari APBA, Pembangunan Sport City PORA XIV Pidie Terancam Tak Sesuai Rencana

Cuma Dapat Rp 90 Miliar dari APBA, Pembangunan Sport City PORA XIV Pidie Terancam Tak Sesuai Rencana
Maket gedung di lokasi spot city Kabupaten Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Realisasi pembangunan sport city, yang di dalamnya terdapat venue-venue cabang olahraga, untuk perhelatan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tahun 2022, terancam tak terealisasi sesuai rencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Idhami mengatakan, tahun ini Pemerintah Pidie hanya mendapatkan Rp 90 miliar (dana sumber APBA 2021) dari Rp 450 miliar yang direncanakan untuk kebutuhan pembangunan seluruh sarana olahraga tersebut. 

"Semua anggaran itu digunakan untuk fisik dan pengawasan," kata Idhami. 

Tahun lalu, PP PORA XIV telah mendapatkan alokasi Rp 20 miliar, dan sudah digunakan untuk pembangunan wiswa atlet; volly pantai di kawasan Pantai Pelangi, Kota Sigli; lapangan tenis di Komplek Baro Raya, timbunan lokasi sport city, biaya penyusunan masterplain dan biaya pengawasan. 

Lokasi sport city sendiri telah ditetapkan di kawasan Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie. 

Di sana direncanakan akan dibangun dua gedung besar, masing-masing, GOR untuk cabor-cabor indoor seper venue cabor bela diri, basket, volly; dan satu gedung lainnya yakni gedung aquatik cabor renang.

Estimasi biaya untuk menyelesaikan GOR diperkirakan mencapai Rp 70 miliar dan untuk aquatik lengkap dengan fasilitas penunjang diperkirakan sebesar Rp 100 miliar. 

Venue olahraga renang tersebut nantinya bisa digunakan untuk memperlombakan 40 kelas.

"Karena anggaran terbatas, tahun ini akan fokus pada gedung aquatik tahap pertama dengan perkiraan anggaran Rp 30 miliar, sementara GOR ditunda dulu," kata Tantawi Yusuf, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Pidie. 

Selain itu, sisa dari Rp 90 miliar anggaran hibah provinsi tersebut akan digunakan untuk merampungkan pembangunan wisma atlet di komplek kantor Diklat Kabupaten Pidie dengan biaya sekitar Rp 15 miliar. 

Dengan anggaran itu, pihak juga akan membangun trek atletik dan tribun penonton di lapangan bola Blang Paseh, Kota Sigli yang diperkirakam bisa menghabiskan anggaran Rp 17 miliar lebih. Lokasi ini nantinya juga akan dijadikan lokasi pembukaan PORA XIV. 

Selebihnya, Rp 10 miliar digunakan untuk menimbun tambak di lokasi sport city. Kemudian untuk membangun gedung bela diri di komplek bekas MTQ Aceh tahap pertama dengan anggaran Rp 7 miliar. 

Sisanya, sambung Tantawi, untuk DID (Detail Engineering Design (DED), pengawasan dan amdal di sport city. 

"Namun kegiatan-kegiatan tersebut belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu Pergub (Peraturan Gubernur)," ujarnya. 

Padahal rencana awal Pemerintah Kabupaten Pidie akan membangun sejumlah gedung dan fasilitas olahraga untuk menyabut PORA XIV tahun 2022. Namun karena keterbatasan anggaran, pembangunan pun tidak sesuai rencana.

Salah satu yang mencolok yakni pembangunan GOR dengan sejumlah venue di komplek sport city gagal terealisasi, kemudian revitalisasi lapangan bola di Kecamatan Simpang Tiga, lapangan bola Beureunuen, Mutiara Timur dan lapangan bola Blang Paseh. Untuk empat kegiatan ini diperkirakan bisa menelan anggaran Rp 210 miliar.

Rubrik

Komentar

Loading...