Cerita Lengkap PP Bantai Ibu Rumah Tangga Hingga Tewas di Lamjabat Banda Aceh

Cerita Lengkap PP Bantai Ibu Rumah Tangga Hingga Tewas di Lamjabat Banda Aceh
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP Ryan Citra Yudha menunjukkan sangkur yang digunakan pelaku untuk menghabisi Ramlam (35).

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait aksi penusukan yang dilakukan PP (21) hingga menewaskan seorang ibu rumah tangga dan membuat dua anak perempuan di bawah umur luka-luka di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh pada Jumat, 5 Maret 2021 lalu.

Korban meninggal adalah Ramlah (35), dan dua anak perempuan yang luka akibat senjata tajam tersebut masing-masing, ZNF (14) dan AI (12).

Lihat: Polisi Amankan Pria yang Diduga Bantai Satu Keluarga di Banda Aceh

Kapolresta Banda Aceh melalui Satreskrim Polresta Banda Aceh AKP Ryan Citra Yudha mengungkapkan, sejauh ini, penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kronologi penganiayan berat tersebut.

Diketahui, kata Ryan, sebelum melakukan aksi penusukan terhadap tiga korban, pelaku sudah lebih dulu melakukan penganiayaan terhadap seorang ibu rumah tangga yakni AJS (33), juga warga desa setempat.

“Peristiwa itu terjadi pagi hari di pinggir jalan. Saat itu, PP dan ayahnya AWL pergi minum kopi di salah satu warkop di Lamjabat. Tapi ayahnya kehabisan rokok, dan PP pun pergi untuk membelinya di warung lainnya dengan sepeda motor,” kata Ryan dalam konferensi pers, Senin (8/3/2021).

Dalam perjalanan, lanjut Ryan, PP bertemu dengan AJS. Tanpa jelas pangkal persoalan, PP menghampiri AJS dan langsung melakukan penganiayaan.

“Belum diketahui motif PP melakukan itu. Yang jelas, AJS telah mengalami luka memar pada bagian kepala dan wajahnya,” kata Ryan.

Beruntung, aksinya itu dilihat oleh warga sekitar sehingga PP pun langsung meninggalkan lokasi.

Dia meluncur dengan sepeda motor kembali ke warung kopi.

Dia lantas mengajak ayahnya untuk meninggalkan warung kopi itu.

Bersama ayahnya, PP pun kembali ke kediaman mereka.

Sampai di rumah, lanjut Ryan, PP kembali mengamuk. Salah seorang tetangganya, FT, ibu rumah tangga, sempat menenangkan PP. Tapi justru anak dari FT nyaris menjadi sasaran pelaku.

FT pun buru-buru meninggalkan kediaman PP. Dia sempat mampir ke kediaman Ramlah, yang saat itu sedang memandikan anaknya yang masih berusia dua tahun.

Sementara di ruang tamu kediaman Ramlah, dua anak perempuan sedang bermain bersama. Mereka adalah ZNF (14) dan AI (12).

Tak lama, FT pun meninggalkan rumah tersebut sembari berpesan agar menutup pintu karena dikhawatirkan PP bisa masuk ke dalam melakukan penganiayaan.

“Almarhum Ramlah saat itu mengatakan 'iya', namun belum sempat menutup pintu rumahnya, sementara saudari FT sudah pergi,” katanya.

Benar saja, tak lama, PP pun masuk ke kediaman Ramlah dan langsung melakukan penganiayaan. Awalnya, dia menyasar dua anak perempuan yang ada di ruang tamu.

Keduanya ditusuk kendati tak mengalami luka berat.

Setelah itu, PP pun menusuk Ramlah berkali-kali hingga korban roboh, dan meninggal diduga karena luka berat dan kehabisan darah.

FT yang memang tinggal bertetangga dengan Ramlah, mendengar jelas teriakan kesakitan dan minta tolong dari para korban.

FT pun langsung berteriak untuk meminta pertolongan warga sekitar.

Tak lama, sejumlah warga datang dan dengan perlahan mencoba menangkap PP.

Beberapa warga berhasil melepaskan pisau dari genggaman PP. Pelaku pun dibekuk dan diikat sebelum diserahkan ke polisi.

Sejauh ini, kata Ryan, penyidik belum bisa menyimpulkan motif PP melakukan aksi penganiayaan berat hingga menyebabkan orang meninggal dunia tersebut.

"Sampai saat ini, pelaku setiap ditanya selalu berubah- ubah jawabannya, belum bisa memastikan motifnya,” kata Ryan.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...