Catat 1.696 Kasus Positif Covid-19, IDI Aceh: Itu Hanya 20 Sampai 30 Persennya

Catat 1.696 Kasus Positif Covid-19, IDI Aceh: Itu Hanya 20 Sampai 30 Persennya
Dr dr Syafrizal Rahman MKes SpOT

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tingkat penularan virus Corona di Aceh belum juga bisa dikendalikan. Penularan masih terus terjadi. 

Kini Aceh telah mencatat total 1.696 kasus infeksi positif. Sebanyak 615 orang sembuh, dan 68 orang meninggal dunia.

Namun jumlah ini diproyeksikan bukanlah angka ril.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mengatakan, total kasus infeksi positif itu diproyeksikan hanyalah 20 sampai 30 persennya saja.

“Kalau kita lihat hari ini dengan 1.696 kasus, saya yakin itu hanyalah 20 sampai 30 persennya. Karena mereka bergejala dan kontak erat dengan pasien, maka mereka diperiksa,” kata Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman, Rabu (2/9/2020).

Safrizal meyakini terdapat angka yang lebih besar terutama orang-orang yang tidak bergejala.

“Itu ada di tempat kita, dan dari hari ke hari menginfeksi orang lain,” katanya.

Safrizal mengatakan, dari perspektif medis, penghentian penyebaran ini dapat dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan.

“Kapan kita mau akhiri kalau tidak dengan menghentikan pergerakan untuk menekan penyebaran,” katanya.

Safrizal mencontohkan ketika ada ancaman di luar rumah, seperti serangan kawanan lebah, maka yang harus dilakukan tentu dengan menutup pintu serta jendela, agar binatang tersebut tak ada yang masuk.

Lalu melakukan pemantauan berkala, dan jika sudah aman baru lah dibuka kembali. "Begitu ada lagi, kita tutup kembali," katanya.

“Jika ada yang mengatakan jangan tutup semua, tutup pintu saja, jendela jangan, itu sama saja, lebah tetap akan masuk.”

IDI Aceh merasa, jika pembatasan-pembatasan itu tidak dilakukan, ke depan ia yakin Aceh akan semakin berat.

“Saat ini, kita rangking bawah penanganan Covid-19, dengan penambahan kasus positif termasuk yang paling tinggi di Indonesia,” katanya.

Bahkan ada rilis dari laboratorium Unsyiah mengatakan 25 persen dari spesimen pemeriksaan mereka positif Covid-19.

"Ini besar," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...