Cara Mengatasi Virus Nipah yang Jadi Ancaman Pandemi Baru

Cara Mengatasi Virus Nipah yang Jadi Ancaman Pandemi Baru
Ilustrasi. Virus Nipah dikhawatirkan menjadi pandemi baru di Asia oleh para ahli kesehatan dunia, setelah Covid-19. (iStockphoto/jarun011)

BERITAKINI.CO | Virus Nipah dikhawatirkan menjadi pandemi baru di Asia oleh para ahli kesehatan dunia, setelah Covid-19.

Berikut cara mengatasi virus Nipah yang jadi ancaman pandemi baru di Asia.

Virus Nipah pertama kali dikenali di Malaysia pada 1999 Malaysia, yang juga mempengaruhi Singapura. Kebanyakan infeksi pada manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sakit atau jaringannya yang terkontaminasi.

Berdasarkan pengalaman selama wabah Nipah yang melibatkan peternakan babi tersebut, cara mengatasi virus Nipah menurut WHO yakni dengan pembersihan dan desinfeksi peternakan babi secara rutin dan menyeluruh dengan deterjen yang sesuai mungkin efektif dalam mencegah infeksi.

Jika dicurigai terjadi wabah, hewan tersebut pun harus segera dikarantina.

"Pemusnahan hewan yang terinfeksi - dengan pengawasan ketat terhadap penguburan atau pembakaran bangkai - mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko penularan ke manusia," demikian keterangan WHO.

Cara mengatasi virus Nipah lainnya yakni dengan membatasi atau melarang perpindahan hewan dari peternakan yang terinfeksi ke daerah lain dapat mengurangi penyebaran penyakit.

Dengan tidak adanya vaksin, satu-satunya cara untuk mengatasi atau mencegah infeksi pada orang adalah dengan meningkatkan kesadaran tentang faktor risiko dan mendidik masyarakat tentang tindakan yang dapat mereka ambil untuk mengurangi paparan virus Nipah.

Cara mengurangi risiko penularan virus Nipah
WHO menjelaskan bahwa cara mengatasi virus Nipah lainnya yakni dengan upaya pencegahan penularan yang difokuskan pada pengurangan akses kelelawar terhadap nira kurma dan produk pangan segar lainnya.

Selain itu, berikut cara mengurangi risiko penularan.

- Buah-buahan harus dicuci bersih dan dikupas sebelum dikonsumsi.
- Buah dengan tanda gigitan kelelawar harus dibuang.
- Sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya harus dipakai saat menangani hewan yang sakit atau jaringannya, dan selama penyembelihan serta pemusnahan
- Sebisa mungkin, orang harus menghindari kontak dengan babi yang terinfeksi.
- Cuci tangan secara teratur harus dilakukan setelah merawat atau mengunjungi orang yang sakit.

Rubrik
Sumber
CNNIdonesia.com

Komentar

Loading...