Cabuli Anak Perempuan, Pria Asal Bireuen Dijebloskan ke Penjara di Banda Aceh

Cabuli Anak Perempuan, Pria Asal Bireuen Dijebloskan ke Penjara di Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi menjebloskan RM (23) pria asal Bireuen, ke penjara karena diduga telah mencabuli anak di bawah umur sebut saja Bunga (8), warga Banda Aceh.

Pria itu kini sedang menghadapi ancaman 90 kali cambuk karena dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

RM sebelumnya ditangkap warga bersama orangtua korban setelah perbuatannya itu terungkap pada Selasa, 2 Februari 2021 lalu.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengungkapkan, Bunga merupakan korban ketiga RM setelah sebelumnya dia juga mengaku pernah mencabuli anak di bawah umur pada 2020 lalu.

“Dua korban lainnya pernah dilakukan hal yang sama oleh pelaku, namun pelaku tidak mengetahui persis dan tidak ingat lagi siapa korban tersebut, dan kali ini dilakukan terhadap Bunga, dan berakhir di sel tahanan Polresta banda Aceh,” sebut Ryan, Selasa (9/2/2021).

Kanit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh Ipda Puti Rahmadiani menambahkan, pencabulan terhadap Bunga bermula di lakukan di kediaman pelaku pada 31 Januari 2021 lalu.

“Saat itu korban melintas di depan kediamannya. Pelaku pun menanyakan kepada korban di mana warung, korbanpun menjawab jauh. Beberapa saat kemudian, pelaku RM memberikan uang kepada korban sebesar Rp 10 ribu, dan mengajak korban menemani pelaku untuk mengambil handphone milik pelaku yang tertinggal di dalam kamarnya,” jelas Puti.

Namun korban berhenti sejenak ketika tiba dipintu. Lantas RM melancarkan bujuk rayuannya sehingga korban pun masuk ke dalam kamar yang dihuni oleh pelaku.

Sesampai di dalam kamar, nafsu dari pelaku RM mulai memuncak dan merebahkan badan korban di atas kasur dengan menghimpit korban.

“Tangan korban pada saat itu dipegang oleh pelaku dengan menggunakan tangan sebelah kiri sehingga tangan kanan leluasa untuk melakukan kejahatan. Tangan kiri pelaku memengang erat kedua belah tangan korban, sehingga korban tidak dapat melawan saat pelaku memasukkan jari tengan ke dalam alat vital korban. Korban mencoba berteriak namun tidak sanggup dan akhirnya korban menangis sekuat – kuatnya karena merasa sakit alat vitalnya digerayangi oleh pelaku selama dua menit.”

Setelab itu korban beranjak keluar dari rumah dan meninggalkan rumah tersebut serta keesokan harinya melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya.

“Orang tua korban dengan rasa kesal bersama warga langsung menuju ke lokasi tempat tinggal RM dan menangkap RM dan diserahkan kepada pihak berwajib guna mempertanggungjawabkan perbuatannya disertai barang bukti celana ponggol berwarna pink,” sebut Puti.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...