Bupati Raidin Pinim Resmikan Kantor Baru Disdikbud Aceh Tenggara

Bupati Raidin Pinim Resmikan Kantor Baru Disdikbud Aceh Tenggara

Kutacane | Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim bersama Wakil Bupati Bukhari meresmikan gedung baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tenggara di Desa Tanah Merah, Kecamatan Badar pada Selasa siang (9/2/2021).

Gedung berkontruksi dua lantai itu pun ditempati seluruh staf dan jajaran Disdikbud.

“Alhamdulillah hari ini Disdikbud Aceh Tenggara sudah memasuki dan menempati gedung baru yang selesai dibangun pada akhir tahun 2020 lalu,” kata Raidin Pinim dalam sambutannya.

Raidin pun menekankan beberapa hal khsusunya kepada kepala dinas, sekretaris, kepala bidang, para kepala seksi dan seluruh staf serta jajaran yang berkantor di gedung megah tersebut.

“Gedung besar ini tak ada gunanya jika nantinya tidak dibarengi dengan kebersihan di dalamnya," kata Raidin.

“Oleh karenanya kebersihan gedung baru ini harus menjadi prioritas agar benar-benar bisa dirasakan keberadaannya.”

Raidin memerintahkan agar toilet atau WC di seluruh ruangan yang ada di kantor baru Dinas Pendidikan harus dibersihkan minimal tiga kali dalam sehari.

Tak hanya itu petugas cleaning servis juga harus ditambah jumlahnya agar bisa mengoptimalkan kebersihan setiap ruangan.

“Terutama toilet dan ruangan lainnya sehingga tetap tampak bersih," kata Raidin.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agara, Bakri Saputra mengatakan, dengan diresmikannya gedung baru siang tadi, diharapkan seluruh staf dan jajaran Disdikbud Aceh Tenggara dapat bersama-sama semaksimal mungkin dengan segala upaya untuk memajukan mutu dan kualitas pendidikan ke depan.

"Terkait dengan penegasan bupati Aceh Tenggara bahwa ruangan ini harus benar-benar bersih, Insya Allah petugas akan ditambah nantinya sehingga kondisi gedung megah ini bisa berbanding lurus dengan kebersihan dalamnya terutama bagian toilet atau WC serta ruangan lainnya," kata Bakri.

Saat itu, kata dia, target Disdikbud agar bagaimana rapor mutu pendidikan Aceh Tenggara bisa menjalankan delapan standar nasional pendidikan yang merupakan acuan utama yang mengatur tentang standar minimal yang harus terpenuhi dalam pengelolaan sekolah oleh segenap penyelenggara sekolah, yakni guru dan kepala sekolah dapat tercapai.

Sebab sistem pendidikan nasional telah mengisyaratkan agar sekolah menerapkan Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah atau sering dikenal dengan MBS.

“Dalam penerapan MBS ini haruslah memenuhi delapan standar nasional pendidikan (SNP) yakni standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,  standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan,"jelas Bakri.

"Kami sangat berharap semua pihak di Aceh Tenggara untuk ikut serta bersama-sama dalam memajukan pendidikan. Jangan lagi hanya menjadi penonton tetapi silahkan berikan masukan yang sifatnya dapat membangun dan memajukan pendidikan di Aceh Tenggara menjadi lebih baik dan berkualitas," katanya.

Pemkab Pidie Jaya-Idulfitri

Komentar

Loading...