Bupati Pidie: Baitul Mal Jangan Dijadikan Ladang Bisnis

Bupati Pidie: Baitul Mal Jangan Dijadikan Ladang Bisnis

BERITAKINI.CO, Sigli | Setelah melewati proses seleksi yang panjang, Bupati Pidie Roni Ahmad akhirnya mengukuhkan lima komisioner Badan Baitul Mal Kabupaten Pidie periode 2020-2022.

Para pengurus lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah itu yakni Zulkifli sebagai ketua, Marzuki Ahmad selaku sekretaris, Syukri, Imran, dan Teuku Irwani masing-masing sebagai anggota.

Roni Ahmad dalam sambutannya mengingatkan para komisioner agar mengelola dana umat tersebut dengan baik, transparan, dan akuntabel.

Panyaluran difokuskan kepada masyarakat miskin di wilayah itu, baik dengan program peningkat ekonomi, pemberian bantuan berkala, sehingga tidak lagi terjadi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

“Dana yang terkumpul di Baitul Mal itu harus dimanfaatkan untuk umat, bukan untuk kepentingan individu, kelompok atau kepentingan penguasa, apalagi kepentingan pengurus Baitul Mal,” tegas Roni Ahmad, Rabu (2/9/2020).

Roni Ahmad juga mengingatkan pengurus agar tidak menyalahgunaan jabatan untuk memperkaya diri dan kelompok.

Apalagi setiap komisioner telah diberikan ganjaran gaji yang diambil dari keuangan daerah, bukan dari uang zakat dan infak yang dikumpulkan.

"Tugas komisioner terus berinovasi dan menggali sumber pendapatan lembaga," katanya.

“Baitul Mal bukan tempat bisnis kalian (komisioner), ini perlu diingat. Tingkatkanlah kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amail zakat, sehingga ke depan makin banyak lagi yang berinfaq maupun bersedekah.”

Infomsi yang diperoleh BERITAKINI.CO, jumlah dana infak dan sedekah yang masih belum tersalurkan pada Baitul Mal Pidie mencapai Rp 4,2 miliar.

Kini waktu penyaluran dana miliaran rupiah tersebut tinggal beberapa bulan lagi sebelum tahun anggaran berakhir.

Rubrik

Komentar

Loading...