Bupati Dulmusrid Setuju Belajar Tatap Muka Sistem Zonasi

Bupati Dulmusrid Setuju Belajar Tatap Muka Sistem Zonasi
Bupati Aceh Singkil Dulmusrid

BERITAKINI.CO, Singkil | Bupati Aceh Singkil Dulmusrid menyatakan setuju jika proses belajar tatap muka kembali diaktifkan namun dengan sistem zonasi.

"Boleh-boleh saja dan kita tidak keberatan terkait belajar tatap muka sistem zonasi," kata Dulmusrid saat ditemui usai Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS APBK 2021 di gedung DPRK Aceh Singkil, Senin (19/10/2020).

Dulmusrid yang juga ketua Gugus Tugas Aceh Singkil menjelaskan, zonasi yang dimaksud adalah kecamatan-kecamatan yang belum terpapar Covid-19.

Dulmusrid mengatakan telah menyampaikan langsung kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menjalankan proses belajar tatap muka tersebut.

Koordinasi penting, terutama agar pelaksaan belajar tatap muka nanti tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dulmusrid juga mengatakan, beberapa kecamatan seperti Gunung Meriah, Simpang Kanan, Singkohor, Kota Baharu, Suro, Singkil Utara, dan Danau Paris, untuk sementara belum dibolehkan untuk menggelar belajar tatap muka.

Daerah-daerah itu selama itu diketahui telah mencatat sejumlah kasus konfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya banyak kalangan meminta pemerintah untuk kembali menerapkan belajar tatap muka, namun dengan sistem zonasi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Khalilullah mengatakan pihaknya memang telah berupaya agar belajar tatap muka kembali dilaksanakan.

"Kita akan mengarah ke situ, bukan hanya sistem zonasi tapi belajar tatap muka secara keseluruhan di 11 kecamatan," kata Khalilullah.

“Akan tetapi, jika ada pertimbangan lain pimpinan daerah, sistem zonasi juga boleh.”

Menurut Khalilullah, memang sudah saatnya belajar tatap muka kembali dibuka, apalagi jika direkomendasi oleh gugus tugas.

Lagi pula, kata dia, Aceh Singkil sudah menetapkan Perbup Aceh Singkil Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Penerapan Prokes Covid-19 dan sudah ada sanksinya serta sudah ada pengawasan yang ketat oleh pemerintah.

Menurut Khalilullah, sejak diterapkan perbup tersebut, pihaknya sangat berharap agar dapat belajar tatap muka, meski sesungguhnya Aceh Singkil belum diizinkan sesuai SKB 4 Menteri di mana kabupaten itu saat ini masih berstatus zona merah atau tingkat resiko tinggi Covid-19 per 11 Oktober 2020 lalu.

"Tapi kan semuanya kembali ke daerah, dalam hal ini Gugus Tugas Aceh Singkil," katanya.

Khalilullah mengatakan, kalau pun diizinkan belajar tatap muka, maka yang akan diaplikasikan adalah jejang SD dan SMP.

"Jika kemudian ada kasus terhadap sekolah tertentu,  maka sekolah itu akan ditutup sementara untuk menghindari gelombang yang semakin parah," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...