Bunuh Teman Facebook Gara-gara Beda Pilihan Capres, Idris Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Teman Facebook Gara-gara Beda Pilihan Capres, Idris Dipenjara Seumur Hidup
Idris (mengenakan kaos merah) saat ditangkap (ist.)

BERITAKINI.CO | Idris menembak mati Subaidi hanya gara-gara berbeda pilihan dalam Pilpres 2019. Akibat perbuataanya itu, Idris harus mendekam di penjara seumur hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Jawa Timur memvonis Idris seumur hidup karena terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Subaidi yang diketahui merupakan anggota panitia pemungutan suara (PPS) asal Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Baca: Gara-gara Cekcok Pilihan Capres di Facebook, Satu Orang Ditembak Mati

Dalam sidang terakhir dengan agenda pembacaan vonis, hakim menyebut bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Pelaku juga tanpa hak memiliki senjata api dan amunisi," kata Ketua Majelis Hakim Budi Setyawan didampingi hakim I Gde Perwata dan Afrizal sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (3/4/2019).

Sementara kronologi pembunuhan sebagaimana dikutip Detik.com, berawal saat Idris didatangi seorang laki-laki hendak mengklarifikasi mengenai komentar akun milik Idris di laman Facebook yang membuat status berkaitan dengan capres.

Dalam postingan tersebut intinya tertulis "Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini?", lengkap dengan gambar pedang samurai.

Lalu akun milik Idris memberikan komentar di postingan itu berbunyi "Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut".

Kemudian, penulis status tersebut mendatangi Idris untuk melakukan klarifikasi atas komentar itu. Idris pun membenarkan bahwa akun tersebut merupakan miliknya.

Namun sudah diluar kendalinya lantaran ponselnya sudah dijual. Sementara akun miliknya di aplikasi Facebook dalam ponsel itu masih belum log out.

Idris juga mengaku mendapatkan kabar ada video viral mengenai dirinya saat tengah diklarifikasi mengenai komentar di postingan tersebut. Postingan video dari akun Ahmad Alfateh itu dibumbui dengan kata-kata bernada mengancam dan menyudutkan Idris.

Karena tak terima dengan postingan itu, Idris mencari dan menemukan Subaidi.

Sebelumnya Idris sempat mendatangi rumah Subaidi untuk mengklarifikasi postingan tentang video tersebut. Namun dia tidak menemukan korban. Akhirnya, Idris mengetahui Subaidi bekerja sebagai tukang gigi.

Pada Rabu, 21 November 2018 sekira pukul 09.00 WIB, Idris keluar rumah dan sempat berpapasan dengan Subaidi. Idris dan Subaidi terlibat tabrakan motor kemudian berkelahi.

Subaidi sempat mengeluarkan pisau dalam perkelahian itu. Sedangkan Idris mengeluarkan pistol dan menembak dada kiri Subaidi hingga akhirnya tewas.

Idris pun ditangkap aparat Polres Sampang pada 27 November 2018. Kemudian pada 29 Januari 2019, Idris duduk di kursi pesakitan PN Sampang.

12 Maret 2019, Jaksa menuntut Idris dengan hukuman penjara seumur hidup. Pengadilan kemudian mengabulkan tuntutan jaks, Rabu (3/4/2019), yang menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan telah membunuh Subaidi.

Rubrik
Sumber
Detik.com
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...