Bukan Ramli MS yang Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Tgk Jenggot akan Surati Kapolri dan Presiden

Bukan Ramli MS yang Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Tgk Jenggot akan Surati Kapolri dan Presiden
Kuasa Hukum Zahidin alias Tgk Jenggot, Zulkifli

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kuasa Hukum Zahidin alias Tgk Jenggot, Zulkifli mengatakan akan segera menyurati Kapolri dan Presiden untuk memberitahukan perkembangan kasus pemukulan kliennya dengan terlapor Ramli MS, yang juga bupati Aceh Barat.

Menurut Zulkifli, hal ini penting karena dia menduga telah terjadi penerapan hukum yang tidak benar pada proses penyidikan kasus tersebut.

Lihat juga: Bukan Ramli MS, Polda Tetapkan Pria Ini Sebagai Tersangka Pemukulan Tgk Jenggot

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Aceh menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. Tapi bukan Ramli MS, melainkan Si Yan alias Si Om.

“Padahal pada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP jelas disebutkan terlapor itu adalah Ramli MS,” katanya, Kamis (24/12/2020).

Karena itu, kata Zulkifli, penetapan Si Yan jadi tersangka telah memunculkan perspektif yang aneh dalam penegakan hukum.

“Ini juga telah menimbulkan kecurigaan terhadap Direskrimum Polda Aceh,” katanya.

Zulkifli tak menampik jika Si Yan terlibat dalam peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Namun, kata dia, Si Yan hanya orang ketiga yang diduga melakukan penganiayaan setelah Ramli MS memulai aksi pemukulan lebih dulu.

"Jadi sederhana sekali, yang mengawali tindakan penganiayaan tersebut adalah Ramli MS, lalu dipiting sama ajudan, kemudian Si Yan melemparkan kursi ke arah Tgk Jenggot. Itu terekam di video,” katanya.

“Kalau yang ditetapkan sebagai tersangka hanyalah Si Yan, pastinya ada yang tidak beres dengan penyidiknya.”

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa pada 15 November 2020 lalu, pihaknya sempat dipanggil penyidik Ditreskrimum Polda Aceh.

“Saat itu penyidiknya mengatakan unsur dari video pemukulan tersebut sangat lemah dan menyarankan untuk berdamai. Kita lihat saja videonya, berdasarkan rekaman tersebut jelas yang harus ditetapkan sebagai tersangka yakni Ramli MS, lemahnya di mana? Jelas video itu ada," katanya.

Dia juga mengaku telah merasakan keanehan diawal-awal proses penyelidikan.

Di mana menurut Zulkifli, Ditreskrimum Polda Aceh sempat mengganti penyidik dalam kasus tersebut.

"Di SP2HP pertama kita diminta untuk menghubungi Darwanto, dan SP2HP selanjutnya kami diminta untuk menghubungi Agung,” ungkapnya.

Selain itu, kata Zulkifli, dalam gelar perkara sebelum peningkatan status tersangka, pihaknya juga tak diundang untuk ikut hadir.

"Pada saat gelar perkara kami juga tidak dihadirkan. Karena itu kami menduga Ditreskrimum ini sudah aneh,” katanya.

Itulah sebabnya, kata Zulkifli, pihaknya akan mengambil langkah hukum lanjutan di antaranya dalam waktu dekat akan menyurati Polri dan Presiden.

"Kita akan surati, biar mereka tahu Ditreskrimum Polda Aceh diduga bekerja tidak sesuai dengan keadilan hukum yang berlaku," katanya. | Rio Syahrany

Rubrik

Komentar

Loading...