Bukan Ramli MS yang Jadi Tersangka, Direskrimum Polda Aceh Tepis Opini Penegakan Hukum Tumpul ke Atas

Bukan Ramli MS yang Jadi Tersangka, Direskrimum Polda Aceh Tepis Opini Penegakan Hukum Tumpul ke Atas

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Direskrimum Polda Aceh Kombes Sony Sanjaya menepis opini yang berkembang ihwal penegakan hukum tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.

Opini ini berkembang sejalan dengan penetapan tersangka kasus penganiayaan yang menimpa Zahidin alias Tgk Janggot.

Pria itu sebelumnya melaporkan Ramli MS Cs atas penganiayaan yang dialaminya. Namun setelah serangkaian penyelidikan yang dilakukan, penyidik menetapkan Si Yan alias Si Om sebagai tersangka, bukan Ramli MS, yang juga bupati Aceh Barat itu.

Sony mengatakan, penetapan tersangka terhadap Si Yan alias Si Om tersebut dilakukan karena memang telah memenuhi unsur berdasarkan hasil penyelidikan.

Total, kata Sony, penyidik telah memeriksa 14 saksi, meski tiga di antaranya mencabut kesaksiannya.

"Hari ini ingin kami luruskan fakta-fakta kasus tersebut, tanpa beropini sedikit pun, 14 saksi kita periksa, tiga di antaranya mencabut kesaksiannya," kata Sony Sanjaya, Jumat (29/1/2021).

Pelapor, kata Sony, melaporkan bahwa terlapor (Ramli MS Cs) telah melakukan pemukulan yang menyebabkan luka.

Karena itu, penyidik Ditreskrimum Polda Aceh harus melihat hasil visum dari ahli.

Visum dilakukan di rumah sakit di Aceh Barat. Dari hasil visum tersebut, penyidik tidak mendapatkan luka seperti yang dilaporkan oleh pelapor.

"Luka ada, tapi tidak seperti yang dilaporkan, oleh karena itu kita belum bisa menjadikan terlapor (Ramli) sebagai tersangka dalam kasus tersebut," kata Sony.

Polisi, lanjut Sony, menetapkan tersangka dengan alat bukti, bukan berdasarkan rekaman video dugaan pemukulan yang beredar.

Lihat: Diduga Bogem Pria Ini, Bupati Aceh Barat Dipolisikan

Video tersebut belum bisa dijadikan sebagai alat bukti dikarenakan penyidik tak mendapatkan kepastian dari pemilik handphone yang merekam video itu.

"Kita sudah panggil pemilik handphone sebagai saksi dan pengambil gambar videonya, namun yang datang cuma mengambil gambar saja, lalu bagaimana caranya kita lakukan penyelidikan kalau pemilik handphone tidak ada, kita kan perlu klarifikasi itu benar atau tidak handphone dia,” katanya.

Bahkan, kata Sony, yang mengambil gambar saat ini sudah mencabut laporannya.

"Yang ngerekam sudah cabut laporannya, tidak tahu lah kenapa dicabut," ujarnya.

Lihat: Bukan Ramli MS, Polda Tetapkan Pria Ini Sebagai Tersangka Pemukulan Tgk Jenggot

Sony mengingatkan masyarakat untuk tidak berasumsi pada video yang beredar saja, tanpa ada keterangan serta klarifikasi apapun dari pemilik dan pengambil gambar video tersebut.

Dia juga sangat menyayangkan sikap dari Kuasa Hukum Tgk Jenggot yang mengatakan Ditreskrimum Polda Aceh menggunakan hukum tajam ke bawah tumpul ke atas.

"Dia minta video dijadikan alat bukti, saya tanya handphone yang digunakan mana? Namun pengacara menyampaikan sudah dititipkan. Saat ditanya ke siapa, malah dijawab tidak tahu dan hanya dikirimkan melalui mobil L300," kata Sony.

Lanjutnya pihak Disktrimun juga telah memanggil pengacara dan korban sebagai bentuk transparansi proses penyelidikan, sebagaimana yang disampaikan pelapor pihaknya telah meminta alat bukti lainnya untuk menjadi pegangan penyidik.

"Kita sudah minta alat bukti lain, namun itu tidak ada," ujarnya.

Lanjutnya Sony menyebutkan tersangka yang ditetapkan sudah sesuai dengan laporan yang diterima pihak Ditreskrimum, tidak ada penyelewengan penetapan tersangka.

"Sebelumnya kita luruskan dulu, yang dilapor adalah Ramli MS Cs, dalam penyelidikan, kita tidak dapatkan bukti yang mengarah ke Ramli, namun lebih ke Si Om sebagai Cs-nya," ujarnya.

Motif yang terjadi pada kasus tersebut adalah penganiayaan yang diawali dari lima orang disebut-sebut ingin menagih hutang beserta proyek kepada Ramli MS.

“Tapi Ramli menolak, karena dia merasa tidak mempunyai hutang sehingga terjadi seperti yang kita lihat pada video beredar,” katanya.

Saat ini, kata Sony, kasus ini masih berlanjut. Namun tersangka masih belum memenuhi panggilan penyidik.

"Kita sudah panggil, nanti kita akan panggil lagi, namun jika tidak hadir, Si Om akan kita jadikan sebagai DPO," katanya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...