BPBD Pidie Ogah Disalahkan Perihal Lambat Tangani Banjir dan Longsor

BPBD Pidie Ogah Disalahkan Perihal Lambat Tangani Banjir dan Longsor

BERITAKINI.CO, Sigli | Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Ramli, tidak mau disalahkan terkait lambatnya penanganan banjir dan longsor di Kecamatan Tangse.

Ramli menyebut, pemerintah Kecamatan Tangse tidak memberikan laporan atau informasi kepada pihaknya pasca bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi Jumat kemarin (17/11/2018).

Sehingga, pihaknya tidak mengetahui telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang menyebabkan jalan lintas Beureunuen-Meulaboh via Geumpang, putus total.

"Kami tidak terima informasi dari camat. Bahkan sampai saat ini kami belum menerima data kerusakan dari camat,” kata Ramli pada BERITAKINI.CO, Minggu (18/11/2018).

Baca: Banjir dan Longsor Terjang Pidie, Dewan Sorot Respon Lambat BPBD

Meski tidak mendapat laporan, sambung Ramli, pihaknya tetap bergerak menuju lokasi bencana bersama rombongan Wakil Bupati sekitar pukul 14.00 WIB.

Imbas tidak adanya laporan dari Camat Tangse, kata Ramli, penyaluran bantuan masa panik juga terlambat diserahkan oleh dinas sosial kepada masyarakat korban banjir.

“Hasil komunikasi dengan Kapala Dinsos Pidie, mereka juga tidak menerima jumlah korban yang terdampak banjir dari pihak kecamatan. Sehingga baru tadi malam bantuan masa panik disalurkan,” kata Ramli.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini dua unit alat berat sudah dikerahkan ke Blang Pandak dan Layan, Tangse, untuk menangani banjir dan tanah longsor tersebut.

Sebelumnya, anggota DPRK Pidie, Samsul Bahri, menyayangkan sikap pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang lambat merespon bencana alam tersebut.

Mirisnya lagi, kata Samsul Bahri, BPBD Pidie tidak mengetahui jika jalan lintas kabupaten dan lintas kecamatan di Tangse putus.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...